Penyelenggara Aksi Bela Bangsa di Titik 0 Km Tegaskan Tak Usik Pancasila

YOGYA, KRJOGJA.com – Aksi Bela Bangsa yang bakal dilaksanakan di titik 0 kilometer 1 Juni 2018 mendatang dianggap bertentangan dengan Pancasila dan sudah menyebar luas di media sosial. Bahkan muncul ajakan menjauhi titik 0 kilometer dengan bumbu akan berpotensi terjadi gesekan massa karena di waktu yang sama ada aksi peringatan Hari Pancasila bertajuk Jogja Benteng Pancasila yang digagas Aliansi Masyarakat Yogyakarta.

Menyikapi hal tersebut, panitia penyelenggara Aksi Bela Bangsa buru-buru menggelar konferensi pers untuk memberikan pernyataan. Diwakili Dwi Kuswantoro, Ketua Aksi Bela Bangsa dan Syukri Fadholi, Wakil Presidium, penyelenggara menyatakan bahwa aksi tersebut tidak bertentangan dengan Pancasila.

Dwi Kuswantoro bahkan mengungkap aksi tersebut sebenarnya adalah upaya mengkritisi pemerintah yang dinilai belum menjalankan amanah Pancasila yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. “Masalah bangsa masih banyak, ketimpangan dan kemiskinan masih membuat kami merasa jauh dari Keadilan Sosial. Kami ingin kembalikan Pancasila sebagai ruh bangsa kita dengan perubahan kepemimpinan nasional. Aksi ini kami pastikan karena rasa cinta tanah air,” ungkapnya pada wartawan.

Dwi juga mengungkap bahwa aksi yang akan diikuti 5000 peserta dari DIY dan Jawa Tengah ini akan berlangsung damai tanpa adanya kekhwatiran benturan seperti yang tersebar di media sosial. “Kalau ada yang mengatakan aksi ini anti Pancasila maka perlu kami luruskan. Kami semua Pancasilais, dan kami tegaskan aksi ini damai, aman, nyaman dan sejuk,” sambungnya.

Sementara Syukri Fadholi menambahkan, saat ini kondisi bangsa dinilai berada dalam keadaan yang tidak baik di mana kebijakan melenceng jauh dari prinsip proklamasi dan keadilan sosial. “Karena itu kami wajib melakukan tauziah kebangsaan, agar pejabat negara rezim ini menyadari bahwa apa yang dilakukan jauh dari harapan rakyat,” pungkasnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI