Penyusunan Pergub Tentang PPDB Zonasi Hampir Final

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi sudah hampir final. Bahkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan pada Februari 2020 Pergub tentang PPDB zonasi sudah bisa diselesaikan. Setelah Pergub PPDB zonasi selesai akan segera ditindaklanjuti dengan petunjuk teknis (Juknis).

“Kalau dilihat dari perkembangan yang ada, Disdikpora DIY optimis untuk Februari ini Pergub PPDB Zonasi sudah beres. Dengan begitu, bisa segera ditindaklanjuti dengan pembuatan Juknis tentang PPDB zonasi. Apabila semua tahapan tersebut sudah selesai, nantinya segera disosialisasikan ke sekolah maupun masyarakat,” kata Kabid Perencanaan dan Penjaminan Mutu, Disdikpora DIY, Didik Wardaya MPd.

Didik mengungkapkan, meski Disdikpora DIY sudah membuat usulan tentang persentase dalam PPDB zonasi, tapi sifatnya belum final. Jadi kemungkinan adanya perubahan masih tetap ada. Adapun untuk perporsi (persentase) yang diusulkan dalam PPDB zonasi perinciannya sebagai berikut.

Untuk jalur zonasi diusulkan 55 persen, 20 persen afirmasi (masyarakat tidak mampu), 5 persen perpindahan tugas orangtua dan 20 persen prestasi. Meski semua itu sifatnya masih usulan, Didik berharap tidak akan terlalu banyak mengalami perubahan.

“Secara prinsip untuk persentasenya tidak terlalu banyak mengalami perubahan, meski begitu tetap ada perbedaan. Namun untuk saat ini berbeda karena urutan dalam seleksi meliputi zonasi, nilai, pilihan sekolah baru waktu. Sehingga waktu memasukkan berkas pendaftaran nantinya tidak terlalu banyak berpengaruh. Harapannya dengan model ini pergerakan anak diterima atau berada di posisi berapa akan selalu terlihat,” ungkap Didik.

Lebih lanjut Didik menambahkan, sebelum nantinya sistem seleksi PPDB zonasi benar-benar diterapkan, Disdikpora DIY merencanakan untuk melakukan simulasi terhadap sistem yang akan digunakan. Semua itu dilakukan untuk menguji kesiapan sistem, sehingga nantinya sekolah diharapkan benar-benar siap saat pelaksanaan. Selain itu, dengan adanya simulasi, sejumlah kendala teknis bisa diantisipasi lebih awal.

“Nanti Disdikpora DIY akan tetap ada Posko untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan. Karena bagi kami layanan yang terbaik bagi masyarakat harus selalu diprioritaskan,” ujarnya. (Ria)

BERITA REKOMENDASI