Peradaran Narkoba DIY Sangat Memprihatinkan

Editor: Ivan Aditya

SELAMA satu semester (Januari-Juni 2020), Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda DIY, berhasil mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Pengungkapan kasus secara keseluruhan dilakukan Ditresnarkoba Polda DIY bersama Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Yogya, Polres Sleman, Polres Bantul, Polres Kulonprogo, dan Polres Gunungkidul.

Jumlah kasus penyalahgunaan narkoba yang ditangani Ditresnarkoba Polda DIY total pada semester pertama (Januari-Juni 2020) tergolong ‘dahsyat’, yakni mencapai 312 kasus, dengan rincian narkotika (137 kasus), psikotropika (60 kasus), dan obat berbahaya/baya (115 kasus). Dari total kasus tersebut, jumlah tersangka mencapai 348 tersangka, meliputi 167 (narkotika), 62 (psikotropika), dan 119 (obat berbahaya/baya). Adapun dari jumlah tersangka tersebut, 239 sebagai pemakai dan 109 sebagai pengedar.

Adapun kasus yang ditangani petugas meliputi narkotika, dengan tersangka ganja (23), extacy (1), sabu-sabu (55), tembakau super (57), menyusul kemudian psikotropika golongan IV dengan tersangka 60, dan obat berbahaya dengan tersangka 116.

Direktur Resnarkoba (Dirresnarkoba) Polda DIY Kombes Pol Ary Satriyan SIK didampingi Wadir Resnarkoba AKBP Bekti Andriyono SSi MM MSi dan Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda DIY AKBP Hari Triyana SE MH kepada KRJOGJA.com, Senin (27/07/2020) menjelaskan dari catatan penanganan perkara tersebut, bisa dikatakan masalah penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polda DIY cukup memprihatinkan. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya di kalangan pelajar dan mahasiswa, melainkan dilakukan oleh berbagai latar belakang.

Ary Satriyan menjelaskan dari 348 tersangka, terdiri 337 laki-laki dan 11 perempuan. Adapun berdasar pekerjaan, pihak Ditresnarkoba Polda DIY mengklasifikasikan 111 swasta, 68 wiraswasta, 61 mahasiswa, 52 buruh, 30 pelajar, 25 pengangguran, dan 1 ibu rumah tangga. “Sekarang ini pelaku penyalahgunaan narkoba tidak hanya didominasi pelajar dan mahasiswa, melainkan juga dilakukan oleh kalangan swasta. Karena itu, pihak Ditresnarkoba Polda DIY secara intensif melakukan pemberantasan terhadap praktik penyalahgunaan narkoba,” ujar Ary Satriyan.

Perihal rata-rata usia pelaku penyalahgunaan narkoba, Ary Satriyan menjelaskan didominasi tersangka berusia antara 20 hingga 24 tahun (143), selanjutnya disusul 25 hingga 30 tahun (91), 30 tahun ke atas (59), 16 sampai 19 tahun (5), dan di bawah 15 tahun (3). “Khusus penanganan terhadap tersangka yang usianya di bawah 15 tahun, petugas berkoordinasi dengan pihak orangtua dan Bapas karena mereka tergolong masih di bawah umur,” jelas Ary Satriyan. Dari keseluruhan tersangka tersebut, petugas mencatat latar belakang pendidikan (terakhir) pada saat tersangka ditangkap, yakni SMA (234), SMP (70), SD (33), dan Perguruan Tinggi/PT (11).

Adapun barang bukti yang berhasil disita oleh petugas Ditresnarkoba Polda DIY beserta jajaran Satuan Resnarkoba Polresta Yogya, Polres Sleman, Polres Bantul, Polres Kulonprogo, dan Polres Gunungkidul dalam kurun waktu Januari-Juni 2020 meliputi ganja (847,05 gram), extacy (9 butir), sabu-sabu (1.257.91 gram), tembakau gorila (9.074.06 gram plus 6 linting), psikotropika golongan IV (l2.738 butir), dan obat berbahaya/baya (126.279 butir dan 179 botol minuman keras).

Selain melakukan langkah-langkah represif dengan menangkap para pelaku penyalahgunaan narkoba (pemakai dan pengedar), petugas Ditresnarkoba Polda DIY juga melakukan langkah-langkah preventif dengan penyuluhan di kalangan pelajar, mahasiswa, dan aparatur sipil negara (ASN). Penyuluhan dilakukan secara rutin satu bulan sekali, dengan melibatkan lembaga/institusi terkait di bidang pemberantasan penyalahgunaan narkoba. “Kami juga rutin melakukan penyuluhan di sejumlah kampung maupun organisasi sosial, organisasi kepemudaan, hingga organisasi keagamaan,” jelas Ary Satriyan.

BERITA REKOMENDASI