Peraih Emas Sea Games Lelang Alat Panah Bantu Penjual Gado-gado

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Prima Wisnu Wardana, atlet panahan asal DIY yang meraih medali emas Sea Games Malaysia 2017 terpaksa melelang peralatan panahan yang menjadi senjata meraih prestasi. Bukan karena sedang kesulitan finansial, namun Prima sedang dalam misi sosial membantu seorang nenek penjual gado-gado-rujak di Jalan Kaliurang Sleman yang terlilit hutang masa lalu pada rentenir.

Kepada KRJOGJA.com ketika berbincang Sabtu (06/01/2018) Prima mengungkap keputusan melelang peralatan panahan miliknya dilakukan setelah ia mendengar kisah sedih Mbah Yati saat sedang membeli gado-gado. Hati Prima lantas tergerak karena di usia senja 86 tahun, Mbah Yati masih harus berjuang seorang diri membayar sisa hutang Rp 15 juta yang terpaksa dilakukannya saat masih berjuang membesarkan ketiga anak yang kini telah memulai hidup masing-masing.

“Saya tahu cerita Mbah Yati dari salah satu teman dan menjajal jajan di warung 3×1 meter di Jalan Kaliurang dan ternyata enak sekali. Saya lantas kembali keesokan harinya dan simbah bercerita panjang lebar tentang permasalahan yang dihadapinya saat ini yakni hutang Rp 15 juta yang sebenarnya sudah sejak dulu dipinjam. Beliau harus mengangsur Rp 50 ribu setiap hari, karena itu saya berniat membantu,” ungkapnya.

Bersama beberapa rekan di komunitas panahan, Prima lantas berinisiatif melelang alat panah untuk membantu meringankan beban masa tua Mbah Yati. “Saya jual limb, coumpoun, sight sama arrowrest. Beberapa teman bahkan ada yang menjual busur untuk membantu simbah, kami sama-sama tergerak karena mendengar penuturan beliau,” sambung warga Pakualaman ini.

Tak hanya menjual peralatan, Prima yang memposting kisah Mbah Yati di sosial media Instagram lantas mendapatkan empati dari beberapa rekan yang lantas mengirimkan uang untuk ikut membantu. “Target saya bersama teman-teman bisa dapat Rp 20 juta yang semuanya untuk membantu simbah (Yati) membayar hutang dan memperbaiki warungnya agar semakin banyak orang mau jajan di sana,” ungkapnya lagi.

Perihal ketiga anak Mbah Yati yang kini telah hidup terpisah, Prima menceritakan bahwa Mbah Yati merasa tidak ingin membebani mereka karena hanya bekerja swasta. “Beliau tak ingin merepotkan anaknya karena mereka juga sedang meniti hidup, jadi hutangnya ditanggung sendiri sampai sekarang,” lanjut Prima.

Peraih medali emas pertama bagi Indonesia tepat di 17 Agustus 2017 ini pun berharap semakin banyak orang mau membantu menyisihkan sedikit uang untuk mengurai permasalahan Mbah Yati. “Kalau mau menyumbang bisa melalui saya di nomor 085643177085 ataupun kalau mau langsung jajan makan ‘nglarisi’ simbah di Jalan Kaliurang km 6,5 di depan Batalyon 403” pungkas Prima. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI