Peran Mahasiswa Cegah Penyebaran Hoax

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Era keterbukaan media sosial (medsos) seperti sekarang, orang begitu mudah mendapatkan berita. Maka harus pintar memilih mana yang berita hoax dan mana yang bukan hoax. Hal ini mengemuka dalam seminar Anti Hoax dengan tema ‘Peran Mahasiswa dalam Mencegah Penyebaran Hoax, Upaya Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa' di Gedung Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (04/12/2018).

Kasubdit Cybercrime Polda DIY, AKBP Edi Sutanto memaparkan, istilah hoax ini sudah ada sejak tahun 2006. "Hoax itu artinya menipu. Di era digitalisasi seperti sekarang upaya menangkal hoax penting dilakukan. Berdasarkan data, pengguna internet di Indonesia cukup tinggi utamanya usia milenial yakni 19-35 tahun. Media sosial itu ada WA, ada FB, Twitter. Ciri berita itu banyak provokasi ciptakan kecemasan dan kebencian. Mahasiswa adalah calon intelektual muda dengan kedewasaan diri. Maka penting untuk menyelamatkan masyarakat dari informasi hoax," jelas AKBP Edi.

Selain menghadirkan pembicara AKBPEdi, seminar yang diselenggarakan Pengurus HMI Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga menghadirkan narasumber Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD dan Wakil Dekan 3 Fakultas Syariah dan Hukum Dr Sri Wahyuni SAg SH MAg MHum. (Rdi)

BERITA REKOMENDASI