Peran Orangtua Cegah Anak Kecanduan Gawai

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kemajuan teknologi informasi tidak selamanya menguntungkan, untuk itu perlu disikapi secara bijaksana. Salah satunya dalam penggunaan gawai pada anak-anak. Banyaknya anak yang kecanduan gawai, seperti yang marak diberitakan oleh media massa menjadi fokus perhatian orangtua (ortu).

Menyikapi kondisi tersebut, selain orangtua dituntut bersikap bijak, anak juga diajak untuk bermain bersama teman sebaya dan diperkenalkan dengan permainan tradisional. “Memang di era globalisasi seperti sekarang, agak susah memisahkan anak dengan gawai. Oleh karena itu untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai, orangtua dituntut bijak. Mengingat gawai akan berdampak positif bila digunakan dengan tepat. Sebaliknya dampak negatif penggunaan gawai pada anak menjadi salah satu masalah yang tengah disorot oleh banyak orangtua,” kata pengamat pendidikan sekaligus mantan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY Ahmad Zainal Fanani SPd MA.

Baca juga :

Vidi Group Cooking Class Bersama Wartawan
Percaya Jokowi Keluarkan Perppu, Pukat UGM Siap Bantu Dasar Hukum

Zainal mengungkapkan, meski permainan tradisional bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai, namun dalam realisasinya terkadang tidak mudah, karena sekarang anak sudah tidak tertarik lagi pada permainan. Oleh karena itu sebaiknya permainan tradisional, lebih diusahakan sebagai selingan untuk mengalihkan permainan mereka dari gawai (handphone).

“Saran saya orangtua sebaiknya mengarahkan anak untuk berkumpul dengan teman sebayanya, agar tidak asyik dengan gawai. Karena selama ini ada kecenderungan kalau sudah bermain gawai, mereka jadi lupa untuk berkumpul dengan teman sebaya,” ungkap Zainal.

Ditambahkannya, sebenarnya permainan tradisional cukup efektif untuk melatih kreativitas anak sekaligus mengajarkan cara bersosialisasi. Sedangkan bila bermain gawai anak kurang bersosialisasi. Gawai sebenarnya banyak berdampak negatif bagi anak, salah satunya gangguan kesehatan dan mental berupa gejala kecemasan.

“Sebenarnya permainan tradisional bisa menjadi salah satu solusi orangtua untuk mengurangi ketergantungan gawai pada anak. Sayangnya untuk mewujudkan hal itu membutuhkan proses karena tidak mudah. Karena di tengah kemajuan teknologi seperti sekarang banyak anak kurang mengenal permainan tradisional,” terangnya. (Ria)

BERITA REKOMENDASI