Peran Orangtua Cegah Kenakalan Remaja

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kenakalan remaja yang melibatkan pelajar yang sempat mewarnai pemberitaan di media massa sempat menjadi perhatian serius dari sejumlah kalangan. Guna mengatasi hal itu, selain penegakan tata tertib di sekolah, orangtua maupun masyarakat memiliki kontribusi dalam melakukan pengawasan dan pendampingan. Karena kenakalan remaja yang akhir-akhir ini terjadi tidak mungkin bisa ditangani dengan baik, apabila sepenuhnya diserahkan kepada sekolah.

“Seperti apapun kenakalan yang dilakukan oleh murid, guru harus bisa mengatasi dan menyikapinya secara profesional. Salah satunya dengan tidak terpancing emosi, tapi tetap menegakkan tata tertib. Karena untuk menghadapi kenakalan remaja tidak harus dengan cara kekerasan, sebaliknya dengan keteladanan dan kasih sayang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Drs K Baskara Aji.

Baskara Aji mengungkapkan, orangtua dan masyarakat memiliki peran cukup penting dalam mengatasi adanya kenakalan remaja. Karena pendidikan karakter di sekolah yang diharapkan bisa menjadi solusi dari persoalan yang ada akan bisa optimal apabila ada keterlibatan orangtua dan masyarakat. Pasalnya perilaku anak, tidak bisa dilepaskan dari pendidikan keluarga maupun lingkungan sekitar.

Sementara itu, Ketua Harian Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa Ki Drs Suwarjono, menyatakan, pendidikan sekarang ini menurutnya hanya menggolongkan dua jenis anak. Pandai dan bodoh. Anak yang bodoh dianggap tidak berkualitas kemudian disuruh les, tanpa memperhatikan bakat dan keunikan anak.

“Saat ini pelaksanaan pendidikan karakter hanya dimonopoli oleh guru pelajaran, padahal menurut ajaran Ki Hadjar Dewantara, semua melaksanakan, dari kepala sekolah, guru, tenaga administrasi sampai kepada tukang kebun,” ujar Suwarjono.

Sementara anggota Dewan Pendidikan DIY Drs Timbul Mulyono berpendapat, kalau ada aturan yang sudah disepakati bersama, semua siswa harus tunduk dengan peraturan itu. Guru mempunyai wewenang mengatur kelas untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar. (Ria/War)

BERITA REKOMENDASI