Peran Perempuan Dalam Politik Masih Sangat Kurang

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Perempuan masih menjadi kelas dua (subordinat) dalam perpolitikan. Meskipun ada aturan kuota minimal 30% caleg perempuan di setiap dapil, namun itu belum mampu mendongkrak jumlah perempuan yang lolos ke parlemen, karena kalah bersaing dengan caleg laki-laki dalam Pemilu Legislatif (Pileg).

 

Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar DIY Rany Widayati mengatakan, salah satu penyebab kurangnya kiprah perempuan di dunia politik karena tidak memiliki latar belakang pendidikan politik praktis. Menjadikan kemampuan berkomunikasi dengan konstituen sangat rendah yang akhirnya tersingkir dalam Pileg.

Kalaupun ada caleg perempuan yang lolos ke parlemen, kebanyakan masih lemah dalam bernegosiasi, tawar menawar sehingga berpengaruh terhadap tugas dan fungsinya sebagai perempuan legislator, baik dalam fungsi budgeting, legislasi dan pengawasan. "Pendidikan politik bagi perempuan terutama caleg perempuan yang akan mengikuti kontestasi Pileg 2019, menjadi sangat penting," kata Rany kepada wartawan disela acara Penguatan dan Pembekalan Perempuan Calon Legislatif Partai Golkar DIY di Kantor DPD Partai Golkar, Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Sabtu (13/10/2018).

Rany mengakui, salah satu kendala yang dihadapi caleg perempuan adalah biaya demokrasi yang sangat tinggi. Namun hal itu bisa disiasati caleg perempuan dengan rajin menyapa konstituen, peka terhadap permasalahan yang dihadapi konstituen dan berupaya mencari jalan keluar. "Perempuan itu sebenarnya luwes, dimanapun bisa melakukan pendekatan dari hati ke hati dengan konstituen. Kalau itu bisa dilakukan, caleg akan mendapat simpati pemilih dan biaya Pemilu bisa ditekan," katanya.

Kegiatan pembekalan diikuti 30 caleg perempuan Partai Golkar dengan materi antara lain membangun komunikasi efektif dengan konstituen serta materi menggunakan dan mengelola media kampanye. Rany berharap, setelah mengikuti pembekalan, para caleg perempuan siap dan mempunyai kemampuan untuk berkontestasi pada Pileg 2019. "Diharapankan anggota legislatif perempuan di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota bertambah jumlahnya dan semakin berkualitas," pungkasnya. (Dev)

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI