Peran Perempuan di Kancah Politik Minim

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Peran maupun pemberdayaan perempuan masih belum optimal di luar perannya sebagai seorang ibu. Problematikanya masih minimnya pendidikan perempuan dan dibatasinya peran perempuan dalam kancah politik maupun bidang-bidang lainnya.

”Peran seorang perempuan atau ibu menjadi penting dalam pembangunan bangsa. Kita punya peran untuk mendidik generasi muda penerus bangsa bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan,” ujar Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas usai menghadiri Peringatan Hari Ibu di Bangsal Kepatihan, Jumat (22/12/20176).

GKR Hemas menegaskan, pendidikan perempuan masih menjadi perhatian khusus dari Pemerintah. Perempuan diharapkan bisa mencapai jenjang pendidikan yang maksimal dan menjadi seorang ibu yang akan melahirkan anakanak bangsa yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan, peran perempuan sebagai tiang negara, perlu lebih dikokohkan agar lebih berdaya. Salah satu syarat adalah benar-benar tercapainya kesetaraan gender yang ditopang oleh ketahanan keluarga.

Puncak Peringatan Hari Ibu Ke-89 Tahun 2017 tersebut dihadiri GKBRAy Atika Pakualam dan Sekda DIY Ir Gatot Saptadi, Ketua Panitia Dyah Suminar dan Direktur Pemasaran PT BP KR Fajar Kusumawardani SE. (Ira/Ria/*-3)

BERITA REKOMENDASI