Perbaikan Kerusakan Infrastruktur Gunakan Dana Insidentil

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejumlah kerusakan infrastruktur yang terjadi pada awal tahun ini akan segera dilakukan perbaikan. Ditargetkan bulan depan sudah masuk fase pekerjaan dengan menggunakan dana insidentil. Alokasi dana insidentil yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogya tidak masuk dalam realokasi sehingga masih bisa digunakan.

“Ada beberapa kerusakan infrastruktur yang sudah diselesaikan perencanaannya. Paling lambat pertengahan Juli sudah bisa diperbaiki,” jelas Kepala DPUPKP Kota Yogya Hari Setyawacana.

Kerusakan infrastruktur itu antara lain talut ambrol di Muja-muju Umbulharjo, Ngampilan, dan Jlagran Pringgokusuman. Kapasitas kerusakan yang paling besar ialah talut ambrol di Jlagran yang sempat mengakibatkan sebagian rumah milik warga ikut ambrol.

Hari mengaku, perbaikan talut Kali Winongo di Jlagran yang ambrol pada Februari lalu membutuhkan perencanaan matang. Hal ini berkaitan dengan sejumlah aspek mulai dari saluran air, talut permukiman serta pondasi jembatan di Jalan Pembela Tanah Air.

“Makanya nanti masing-masing persoalan akan ditangani oleh bidang yang berbeda. Untuk kerusakan outfall akan ditangani oleh bidang sumber daya air, masalah pondasi oleh bidang bina marga dan talutnya oleh bidang permukiman,” tandasnya.

Total kebutuhan dana untuk perbaikan talut di Jlagran juga cukup besar mencapai sekitar Rp 600 juta. Pengerjaannya pun akan dilakukan oleh pihak ketiga sesuai bidang yang diampu. Waktu pekerjaan juga bisa mencapai satu bulan lebih.

Hari menjelaskan, pihak ketiga yang akan melakukan perbaikan juga diwajibkan menerapkan protokol di bidang proyek fisik yang sudah ditetapkan pemerintah. Hal ini berkaitan hasil temuan pasien positif Covid-19 pada salah satu proyek yang tengah dikerjakan di Kota Yogya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI