Perbankan Syariah Mampu Bertahan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGYA.com – Dalam situasi pandemi Covd-19 ini, perbankan syariah masih mampu bertahan. Perbankan syariah masih mampu menunjukkan pertumbuhan yang positif, meski menghadapi situasi pandemi.

“Begitu pula secara umum, aspek permodalan yang relatif stabil dan kuat,” kata Dr Luqyan Tamanni MEc, salah satu Deputy Director Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dalam webinar bertajuk Tantangan dan Peluang Lembaga Keuangan Syariah Pasca Pandemi Covid-19, Jumat (06/08/2021).

Webinar tersebut diadakan Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama denha Repoeblik Kopi, KNEKS, Bank BPD DIY Syariah, MES dan HMPS MM FEB-UAD – UAD. Webinar ini menghadirkan narasumber Dr Taufik Hidayat MM (dosen FEB-UAD dan Direktur KNEKS), Bambang Permana Hadi SE MM selaku Pimpinan Cabang Syariah Bank BPD DIY. Webinar ini dibeti pengantar Dr Salamatun Asakdiyah MSi (Dekan FEB-UAD), Dr Aftoni Sutanto MSi (Kaprodi MM) dan Presiden Kopi Dr Purwoko MM.

Menurut Luqya Tamanni, dampak pandemi tersebut dapat diminimalisir dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) serta otoritas lai dalam rangka menangani Covid-19. Sedangkan Dr Salamatun Asakdiyah MSi mengatakan, kegiatan webinar ini dapat memberikan kontribusi dan pengenalan literasi keuangan syariah kepada.akademisi, praktisi dan masyarakat.

“Dari webinar ini diharapkan dapat semakin menambah pemahaman mengenai keuangan syariah,” ucapnya. (Jay).

BERITA REKOMENDASI