Perda Cadangan Pangan Segera Ditetapkan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com  – Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X akan menetapkan Perda Cadangan Pangan dalam waktu dekat ini. Dalam Perda tersebut, pelaku usaha wajib melaporkan cadangan pangan yang dimiliki melalui sistem informasi.

“Apabila pelaku usaha tidak menyampaikan laporan cadangan pangannnya, ada sanksi berupa teguran sampai rekomendasi untuk pencabutan izin usaha dari Pemerintah Kabupaten/Kota di DIY nantinya,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY Arofa Noor Indriani di Yogyakarta.

Arofa mengatakan, Pemda DIY memiliki cadangan pangan beras pemerintah sebanyak 198 ton. Cadangan ini bisa digunakan untuk pengendalian harga, namun volumenya sedikit sehingga dipergunakan untuk penanggulangan yang lain.

“Rancangan perda cadangan pangan ini sangat penting sehingga harus segera disahkan. Terlebih untuk menghadapi bencana alam dan kebutuhan di luar dugaan lainnya,” tandasnya.

Berdasarkan hasil kajian BKPP DIY tahun lalu, menurut Arofa, peningkatan permintaan konsumen terjadi pada 3 hingga 4 hari menjelang puasa dan 3 sampai 4 hari menjelang Idul Fitri. Komoditas yang mengalami peningkatan permintaan menjelang puasa yaitu gula pasir baik di pasar tradisional maupun distributor naik dari 21 hingga 23 persen, cabai merah naik 140 persen, kacang tanah naik 18 di distributor dan 42 persen di pasar tradisional serta minyak goreng naik 29 persen di tingkat distributor dan 31 persen di tingkat pasar tradisional.

“Komoditas yang mengalami peningkatan menjelang Idul Fitri dialami beras naik 37 persen, telur ayam ras sebesar 21 persen, daging ayam 78 persen dan daging sapi 39 persen,” imbuh Arofa.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Budi Wibowo menambahkan, secara umum produksi beberapa komoditas pertanian seperti beras, bawang merah dan cabai rendah selama September 2017 hingga Januari 2018 karena curah hujan tinggi. (Ira)

BERITA REKOMENDASI