Perda Ini Disahkan, Pagelaran Wayang Kulit di DIY Sesuai Pancasila

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan secara resmi disahkan melalui rapat paripurna DPRD DIY, Senin (14/02/2022). Kini DIY menjadi provinsi pertama yang memiliki Perda spesifik tentang Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY mengatakan lewat penetapan Perda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan diharapkan bisa menginspirasi secara nyata semua pihak dalam menjalankan ideologi negara ke dalam praktek kebijakan publik juga kehidupan keseharian. Menurut dia, proses pembentukan Perda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan selama beberapa waktu ke belakang mendapatkan dukungan banyak pihak.

“Alhamdulillah, secara resmi Perda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan telah disahkan hari ini. Langkah menggelorakan Pancasila, ke depan semoga bisa berlaku umum dan jadi inspirasi di tingkat nasional, pemerintah pusat diharapkan bisa menangkap suasana batin ini dan menyusun regulasi agar bisa berlaku umum tingkat nasional,” ungkap Eko pada wartawan.

Tujuan Perda Pendidikan Kebangsaan dan Wawasan Pancasila dikatakan Eko adalah langkah menanamkan nilai Pancasila kepada seluruh aparatur sipil negara dan rakyat di DIY. Sebelumnya, kegiatan pembatinan ideologi bangsa ini digelar sejak 2017 lewat program Sinau Pancasila dan Wawasan KebangsaanKebangsaan yang diselenggarakan oleh Badiklat untuk aparatur sipil negara.

“Tujuan Perda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan adalah mewujudkan semangat nasionalisme, nilai Pancasila dan cinta tanah air di kalangan ASN dan rakyat DIY, mewujudkan pengaturan keistimewaan DIY yang berbasis kearifan lokal dan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, mewujudkan kerukunan dan ketentraman masyarakat,” lanjut dia.

Sementara, Wakil Ketua Komisi A, Suwardi menambahkan Perda tersebut bisa menjadi landasan hukum berkaitan dengan pelaksanaan Sinau Pancasila dan beri tanggung jawab kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, badan diklat, Kesbangpol juga Dinas Kebudayaan untuk menyusun program kegiatan dan dukungan dana yang memadai, gelar Sinau Pancasila lewat Pendidikan Pancasila Wawasan Kebangsaan. Perda selain memuat aspek formal, yaitu pedoman pembelajaran dengan terapkan pelajaran Pancasila di sekolah, bisa juga dengan kegiatan non formal, sosialisasi lokakarya dan bimbingan teknis.

“Sangat mungkin misalnya juga Kominfo adakan festival digital, karena Perda atur juga pemanfaatan TIK untuk Pendidikan Pancasila. Sebab selain bisa diselenggarakan baik di sekolah intra, ekstrakurikuler maupun ko kurikuler, jadi kegiatan di sekolah yang ada di DIY. Hal penting melalui perda ini beri pedoman hukum, pelaksanaan peringatan hari lahir Pancasila setiap 1 Juni, ini penting guna gelorakan semangat Pancasila,” sambung Suwardi.

Sesuai ketentuan Perda, dalam pelaksanaan Peringatan Hari Lahir Pancasila bisa digelar berbagai kegiatan seperti upacara, olahraga, keilmuan misal riset berkait sejarah Pancasila, kegiatan sosial dan kegiatan kebudayaan lainnya. Perda juga memberikan payung hukum selenggarakan Festival dalam bentuk pertunjukan seni budaya seperti pagelaran wayang kulit dan festival seni lainnya secara daring.

Setelah disahkan, diharapkan Pemda DIY segera menyusun Peraturan Gubernur agar bisa segera disusun RKPD. Harapan DPRD DIY, tahun depan (2023) bisa masuk dalam anggaran sesuai konstitusi.

Perda ini juga menjadi payung hukum gelorakan Pancasila, melawan intoleransi, ektremisme dan terorisme. “Tidak boleh ada lagi ruang untuk lahir dan tumbuhnya intoleransi, terorisme, separatisme dan ancaman lain yang mengganggu Pancasila NKRI dan Bangsa Indonesa,” pungkas Eko Suwanto. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI