Peredaran Narkotika Sasar Spa dan Panti Pijat

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Kluster spa dan panti pijat kini menjadi sasaran peredaran narkotika. Badan Narkotika Nasional Provinsi DIY (BNNP DIY) untuk pertamakalinya berhasil mengungkap kasus Narkotika di M Spa di Jalan Magelang, Yogya. Peredaran narkotika di spa ini melalui jasa pengiriman dari Medan.

“Berdasar informasi intelejen, petugas BNN Provinsi DIY melakukan penyelidikan dengan undercover, surveillance, eliciting dan profiling terhadap penerima paket kiriman tersebut,” ungkap Kepala BNN Provinsi DIY, Brigjen Pol Andi Fairan SIK MSM kepada wartawan, Senin (8/11) dalam Jumpa Pers Pengungkapan Kasus Narkotika di Kantor BNNP DIY, Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta.

Didampingi Kepala Bidang Pemberantasan BNNP DIY, Tri Yunianto SH, Andi menyebutkan berdasarkan penelusuran data di perusahaan jasa pengiriman, pelaku telah menerima paket sebanyak 43 kali dari pengirim dengan inisial JN yang berasal dari Medan selama Oktober 2020 sampai dengan November 2021.
“Dilihat jumlahnya patut diduga diedarkan untuk pengunjung,” tegas Andi

Disebutkan sebanyak 3 tersangka yang sudah ditetapkan dari sekitar 8 orang security, manajer, petugas Spa yang diperiksa. Tersangka 1 Pengelola spa perwakilan owner yang ada di Yogya yaitu DT (41) laki-laki dan Tersangka 2 pacar DT yaitu M (25) tahun, perempuan. Kedua tersangka alamat KTP di Medan, alamat domisili, Sleman, sedang Tersangka 3 DW (43) alamat KTP Jakarta Barat, domisili Sleman.

“Setelah mendapatkan informasi yang cukup, petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan, Kamis (4/11) sekitar pukul 15.00 di tempat hiburan M Spa,” ucap Andi Fairan yang memimpin langsung penangkapan dan penggeledahan dengan disaksikan tokoh masyarakat setempat.

Saat itu, pelaku (DT) di ruang meeting melihat petugas BNN sedang menghadang security yang menerima paket. Karena mengetahui isi paket tersebut adalah sabu, Pelaku takut dan reflek bersembunyi namun berhasil ditemukan salah satu petugas BNN.Saat ditanya terkait kepemilikan paket tersebut, pelaku mengakui paket berisi sabu dan ditujukkan untuknya. “Pelaku juga mengakui paket dibeli dari Medan berisi sabu yang dimasukkan bersama dengan bubuk Kopi Sidikalang,” terang Andi.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan di kamar pelaku dan menemukan barang bukti lainnya. Usai penggeledahan bersama dua rekannya M dan DW serta barang bukti dibawa ke kantor BNNP DIY untuk diperiksa lebih lanjut. “M dan DW ikut diamankan dikarenakan diduga telah melakukan penyalahgunaan Narkotika jenis sabu. Dari penangkapan tersebut, petugas menemukan barang bukti berupa paket diduga narkotika jenis shabu seberat brutto 3,45 gram dan barang bukti lainnya,” jelasnya

Pelaku mengaku telah membeli paket Narkotika jenis sabu dengan berat 3,45 gram dari seseorang bernama inisial LDW yang beralamatkan di Medan, Sumatera Utara melalui aplikagj Whatsapp. “Pelaku melakukan pemesanan paket Narkotika tersebut melalui Handphone milikinya. la membeli paket seharga Rp 1,2 juta per paket, karena la membeli 3 paket, pelaku harus membayar Rp 3,6 juta,” jelasnya. (Vin)

 

BERITA REKOMENDASI