Peredaran Psikotropika untuk Tahun Baru Digagalkan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ribuan butir pil yang masuk dalam daftar obat keras dan psikotropika, disita Satuan Reserse Narkoba Polres
Sleman Polda DIY dari tangan empat tersangka. Rencananya, ribuan pil itu bakal diedarkan menjelang pergantian malam Tahun Baru mendatang.

Kasat Reserse Narkoba Polres Sleman AKP Andhyka Dony Hendrawan menjelaskan, dalam kasus tersebut ada 4 tersangka yang diamankan. Mereka, M alias Toper (21), warga Depok Sleman, JM alias Sipit (27) dari Mlati Sleman, Aas alias Koplo (30), penduduk Depok Sleman dan FN alias Jontor (34), warga Mlati Sleman.

Digagalkannya peredaran pil itu bermula dari kecelakaan lalu lintas yang dialami tersangka M di Lapangan Denggung belum lama
ini. Saat itu M terlihat seperti orang mabuk, sehingga petugas melakukan penggeledahan. Saat tas selempang M digeledah, petugas menemukan 7 butir pil Alprazolam yang masuk dalam daftar obat keras. Selanjutnya, penggeledahan dilakukan di rumah M dan ditemukan 500 butir Trihexyphenidyl atau pil sapi.  "Dari penangkapan tersangka M, berkembang ke tiga tersangka lainnya. Mereka dalam satu jaringan yang sama,” ungkap AKP Andhyka saat rilis di Mapolres Sleman, Kamis (26/12) siang.

Tersangka JM diamankan dengan barang bukti satu kardus kecil isi 3.300 butir Alprazolam, sedangkan tersangka Aas berupa 9
butir Alprazolam dan FN barang bukti yang disita berupa 55 butir pil Trihexyphenidyl. “Total barang bukti yang disita 4.314 butir pil, baik yang masuk dalam daftar obat keras ataupun psikotropika,” ujarnya.

Diungkapkan pula, ribuan butir pil itu rencananya diedarkan menjelang malam pergantian tahun. Mereka membeli satu strip pil seharga Rp 20.000 kemudian dijual Rp 25.000. Sasaran edar para pelaku adalah anak di bawah umur yang berasal dari ekonomi bawah. Peredaran dilakukan secara face to face atau melalui media sosial (medsos).  "Mereka sudah punya segmen pasar sendiri," papar Kasat Reserse ini.

Tersangka M mengaku, terpaksa mengedarkan pil karena terdesak kebutuhan ekonomi. Ia mengelak mengedarkan pil tersebut kepada
para pelajar. "Saya menjual hanya pada teman-teman yang sudah dikenal," kilahnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI