Perekaman Data Kependudukan Sasar Asrama Mahasiswa

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Asrama mahasiswa luar daerah yang ada di Kota Yogya bakal menjadi sasaran perekaman data kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogya. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan capaian perekaman secara nasional.

”Kami sifatnya melakukan perekaman data kependudukan saja untuk pelajar atau mahasiswa luar daerah. Tujuannya membantu meningkatkan capaian rekam kependudukan secara nasional agar semakin baik,” jelas Kepala Dindukcapil Kota Yogya Sisruwadi.

Menurutnya, Dindukcapil Kota Yogya sudah melakukan koordinasi ke sejumlah asrama mahasiswa luar daerah. Rencana itu pun disambut cukup antusias. Mahasiswa atau pelajar dari luar daerah yang tidak tinggal di asrama namun belum melakukan perekaman data kependudukan bisa mengikuti kegiatan tersebut.

Sisruwadi menambahkan, pihaknya juga meminta pengelola asrama mahasiswa luar daerah untuk menyerahkan data terkait mahasiswa dan pelajar yang tinggal di asrama tersebut. Sasaran utamanya adalah asrama mahasiswa dari Indonesia bagian timur.

”Perekaman akan kami lakukan pada Februari secara mobile. Kami hanya melakukan perekaman data kependudukan saja, tidak sampai mencetakkan KTP elektroniknya,” imbuhnya yang menyebut saat ini capaian rekam data kependudukan secara nasional baru mencapai sekitar 85 persen.

Selain melakukan perekaman data kependudukan untuk mahasiswa dan pelajar, Dindukcapil Kota Yogya juga telah melakukan perekaman data di sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) untuk keperluan Pemilu 2019. Namun sasaran perekaman di lembaga tersebut ialah warga Kota Yogya yang saat ini berada di lapas atau rutan, baik di wilayah Kota Yogya muapun luar kota. Di antaranya LP Wirogunan, Rutan Wirogunan, Lapas Anak Wonosari, dan LP Pajangan di Kabupaten Bantul.

Sisruwadi menegaskan, hampir seluruh warga Kota Yogya sudah melakukan perekaman data kependudukan. Sehingga warga yang masuk kategori rentan administrasi kependudukan seharusnya sudah tidak ditemukan.

Namun jika masih ditemukan warga yang belum melakukan perekaman data kependudukan dan warga tersebut adalah penduduk Kota Yogya sesuai keterangan RT atau RW, maka Dindukcapil akan menerbitkan surat keterangan orang telantar (SKOT) baru kemudian memproses administrasi kependudukannya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI