Perekonomian DIY Dinilai Masih Bagus

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) meyakini perekonomian DIY pada 2019 akan terus melanjutkan pertumbuhan dengan prakiraan pada kisaran 6,8 hingga 7,2 persen (yoy). Momentum pertumbuhan ekonomi DIY terus berlanjut sebagaimana tercermin pada kinerja perekonomian DIY pada 2019 yang makin solid. Pertumbuhan ekonomi DIY yang makin kokoh ini ditopang akselerasi kinerja investasi seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung di DIY.

Pencapaian tersebut tentunya tidak lepas dari dukungan inflasi yang stabil dan dijaga pada sasaran 3,5 persen +-1 persen. Selain itu, konsumsi juga tetap terjaga, terutama konsumsi rumah tangga yang mengalami peningkatan dipengaruhi momentum liburan natal serta banyaknya potongan harga pada akhir tahun.

Ke depan, seiring dengan makin digenjotnya penyelesaian pembangunan infrastruktur serta kinerja konsumsi yang diperkirakan masih akan meningkat sebagai trickle down effect peningkatan aktivitas pariwisata di DIY, Kepala BI DIY Budi Hanoto mengatakan, realisasi pertumbuhan PDRB DIY pada triwulan IV 2018 mampu menembus angka 7 persen yang merupakan capaian pertumbuhan tertinggi sejak perubahan tahun dasar PDRB 2010, yaitu sebesar 7,39 persen (yoy). Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 6,03 persen (yoy) maupun periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mampu tumbuh 5,25 persen (yoy).

Selain itu, kinerja perekonomian DIY juga lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional secara agregat, yang tumbuh 5,18 perseb (yoy). "Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi DIY keseluruhan tahun 2018 terakselerasi dengan tumbuh sebesar 6,20 persen (yoy), meningkat signifikan dibanding pertumbuhan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5,26 persen (yoy) dan merupakan pertumbuhan tahunan tertinggi yang pernah dicapai DIY selama 10 tahun terakhir," ujar Budi Hanoto.

Diungkapkan, akselerasi kinerja investasi merupakan faktor pendorong utama pertumbuhan PDRB DIY dengan andil (yoy) sebesar 3,61 persen, lebih tinggi dibanding andil konsumsi rumah tangga yang tercatat sebesar 1,37 persen. Pertumbuhan kinerja investasi ditopang pembangunan infrastruktur strategis di DIY, antara lain bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), revitalisasi kawasan Malioboro serta pembangunan underpass Kentungan yang masih terus berlanjut.

Masifnya pembangunan proyek infrastruktur tersebut mampu mendorong investasi tumbuh sebesar 11,50 persen (yoy) atau meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 10,97 persen (yoy). (Ira)

BERITA REKOMENDASI