Perekonomian DIY Triwulan II 2016 Tumbuh Lebih Cepat

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Perekonomian DIY Triwulan II-2016 terhadap triwulan II-2015 tumbuh 5,57 persen (yoy) jauh lebih cepat dibanding periode yang sama pada tahun 2015 sebesar 4,63 persen. Pertumbuhan didukung semua lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Jasa Keuangan sebesar 13,50 persen, diikuti Perdagangan sebesar 8,11 persen, dan Administrasi Pemerintahah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 8 persen.

 

"Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Keuangan sebesar 13,50 persen. Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi adalah komponen Impor Luar Negeri yang tumbuh 63,65 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Bambang Kristianto dikantornya, Jumat (5/8).

Bambang menjelaskan perekonomian DIY yang diukur dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2016 mencapai Rp 26,7 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 21,4 triliun.

Sedangkan struktur PDRB DIY menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2016 untuk urutan lima besarnya adalah industri pengolahan, penyediaan akomodasi dan makan minum, pertanian, kehutanan, dan perikanan, konstruksi, dan perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi sebesar 51,51 persen.

"Perekonomian DIY pada triwulan II- 2016 terhadap triwulan IV-2015 (q-to-q) mampu tumbuh sebesar 0,43 persen. Kondisi tersebut menunjukkan secara umum geliat ekonomi triwulan II-2016 lebih baik dibanding dengan triwulan I-2016 yang mengalami kontraksi 0,34 persen dan juga bila dibandingkan dengan kondisi triwulan II-2015 yang mengalami kontraksi sebesar 0,27 persen," papar Bambang.

BPS DIY menyampaikan  membaiknya kondisi ekonomi triwulan II-2016 dipengaruhi faktor siklikal aktivitas ekonomi bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah. Di samping itu pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah maupun dari masyarakat juga mulai bergerak sehingga permintaan barang galian seperti pasir dan batu juga meningkat dan lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian tumbuh sebesar 11,36 persen. (R-4).

 

BERITA REKOMENDASI