Perempuan Harus Diberi Ruang Aktualisasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kesadaran politik perempuan menjadi isu penting yang harus diakomodir dalam menghadapi tahun politik 2019. Peran perempuan dimulai dengan mengupayakan ruang aktualisasi yang luas sehingga mampu bersikap dan bergerak secara mandiri.

"Memberikan peran perempuan tidak sebagai segmentasi politik semata, namun menempatkan perempuan dalam gerakan aktif untuk melakukan pendidikan politik di tengah masyarakat," terang Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan dari DIY Drs HM Afnan Hadikusumo saat menjadi pembicara kunci dalam sarasehan dan deklarasi Perempuan Muda Sadar Politik (Pudtik) di Hall Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiya (PDM) Kota Yogyakata, Selasa (08/05/2018).

Sarasehan menghadirkan pembicara lain Aktivis Perempuan Muda Jirhas Ranie Artika SPsi MSc, Presiden Mahasiswa UAD 2015-2016 Ella Yussy Dwi A SS dan Aktivis Pemrempuan Pelajar Dina Astranisa. Acara dihadiri ratusan peserta dari kalangan aktivis perempuan muda juga kalangan pria yang ingin membangun gerakan kesadaran politik.

Ketua Pudtik, Rina Lusiana mengatakan, Pudtik hadir untuk menawarkan ruang aktualisasi bagi perempuan muda Indonesia berpolitik aktif yang berdasarkan pada kesadaran politik. Selain itu Mengubah paradigma perempuan yang awalnya hanya memilh dalam mekanisme politik, menjadi menawarkan pilihan serta berkontribusi dalam mekanisme pendidikan politik bagi masyarakat secara umum.

Usai acara, Pudtik melakukan deklarasi yang isinya perempuan harus merebut ruang aktualisasi politik kedaerahan dan juga nasional. Perempuan harus bersikap aktif dalam membangun mekanisme demokrasi berbangsa dan bernegara yang berkeadilan. Perempuan harus berani menawarkan preferensi dan juga pandangan politik secara umum, terbuka dan juga cerdas.

Pudtik juga memberikan mandat kepada Afnan Hadikusumo untuk kembali menjadi anggota DPD RI yang merepresentasikan masyarakat DIY khususnya dari elemen perempuan muda sadar politik. (Dev)

BERITA REKOMENDASI