Peringatan HUT ke-39 Bernuansa Jawa, Inkindo DIY Ikut Lestarikan Budaya

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Dewan Pimpinan Propinsi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPP Inkindo DIY) bernuansa ‘Yogya Istimewa’. Para pengisi acara kegiatan yang dihelat di Ballroom Lt 7 Hotel Grand Sarila Yogyakarta ini menggunakan bahasa Jawa krama inggil, mulai pembawa acara sampai para pemberi sambutan. Karena itu suasananya seperti dalam sebuah acara resmi yang dilakukan masyarakat Yogya.

“Kami memang bertekad ingin terus nguri-uri budaya Jawa. Karena itu acara ulang tahun ke-38 Inkindo ini kami buat istimewa, berbeda dengan acara ulang tahun organisasi pada umumnya, yaitu menggunakan bahasa Jawa. Kita mesti menjaga budaya Jawa jangan sampai hilang,” kata Ketua DPP Inkindo DIY Ir Dwiaryo Dyatmiko MSi kepada KRJOGJA.com di sela acara.

Bukan hanya pengisi acara, tema yang terpampang di background selain berbahasa Indonesia, ‘Dengan Ultah ke-39 Kita Tegakkan Kode Etik untuk Harmonisasi Anggota’, juga ditulis bahasa Jawanya ‘Kanthi Ambal Warso Kaping 39, Kakukuhaken Paugeraning Laku Murih Larasing Anggota’.

Pada kesempatan ini juga digelar Forum Anggota DPP Inkindo DIY. Menurut RB Bambang Sudjarwanto ST, ketua panitia, anggota DPP Inkindo DIY sebanyak 184. Namun tidak semua diundang menghadiri acara ini. Sebab, penyelenggaraan acara harus mentaati protokol kesehatan, misal jumlah yang hadir dibatasi. “Kita juga harus selalu menerapkan prokes 5M, termasuk dalam acara ini. Tadi di depan sudah cuci tangan. Tempat duduk juga diatur jaraknya,” tambahnya.

Usai potong tumpeng acara diisi sosialisasi Peraturan Presiden No 12 Tahun 2021 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintahan. Juga diskusi terkait permasalahan yang dialami anggota DPP Inkindo DIY dan launching penggunaan Direktori Material Inkindo DIY (DMI).

Pada bagian lain Dwiaryo Dyatmiko mengatakan, dampak pandemi juga dirasakan para anggota DPP Inkindo DIY. Sebab banyak proyek yang bersumber anggaran pemerintah ditunda, karena anggaran dikurangi atau dialihkan untuk penanganan Covid-19. Namun demikian pihaknya berharap jasa konsultan harus tetap eksis, bahkan harus mempunyai banyak inovasi dalam membuat rancangan. Misalnya setiap bangunan harus dilengkapi tempat cuci tangan di bagian depannya. (Fie)

BERITA REKOMENDASI