Perjalanan Kiper Legendaris PSIM Siswadi Gancis, Inspirasi Ayah dan Kehidupan di Yogyakarta

Editor: Ivan Aditya

“Waktu masih kecil, mungkin usia-usia SD, kalau ayah mau pergi main keluar kota, saya selalu menunggu di depan pintu. Ayah harus ajak saya ikut, kalau tidak ya saya ancam kaca di rumah pecah semua. Akhirnya hampir selalu saya diajak ikut.”

SISWADI Gancis, legenda hidup penjaga gawang PSIM tersenyum sumringah ketika menceritakan pengalaman masa kecilnya itu. Gancis, kiper PSIM periode 1981 hingga 1995 menjadi salah satu penjaga gawang dengan karier terlama di Laskar Mataram, hampir sama dengan penerus mudanya, Oni Kurniawan.

Gancis, pemuda asli Jepara Jawa Tengah kelahiran Kudus 8 Juni 1963 tumbuh di lingkungan yang tak jauh dari sepakbola. Ayahnya, Paelan merupakan penjaga gawang legendaris Persijap Jepara, yang mengisi skuad awal tim tersebut sejak periode 1960-an.

Perjumpaan-perjumpaan dengan sepakbola itulah yang membuat Gancis akhirnya memiliki niat kuat untuk menjadi seorang atlet sepakbola. Lepas SMP, sekira akhir 70-an, Gancis hijrah ke Yogyakarta, bersekolah di Sekolah Menengah Olahraga Atas (SMOA) yang kemudian berganti menjadi Sekolah Guru Olahraga (SGO) di Jalan Bantul.

Petualangan sepakbola di Yogyakarta pun dimulai dengan mengikuti kejuaraan-kejuaraan antar sekolah juga bermain di klub Hisbul Wathan (HW). Ia hidup mandiri, indekost di Jalan Bantul, dekat dengan sekolahnya.

BERITA REKOMENDASI