Perkembangan Pedalangan Menyesuaikan Zaman

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Karena itu dunia pewayangan tidak pernah mati dan terus hidup meski dalam berbagai perkembangan. Hanya saja perkembangan yang dilakukan tidak boleh seenaknya dan selaras dengan pakem.

"Wayang sejak lahir hingga sekarang tidak pernah mati dan terus berkembang nut jaman kelakone. Tentu ada yang bilang harus sesuai pakem. Saya tegaskan jangan  takut pakem. Karena pakem itu patokan dan bisa berubah," kata dalang kondang Ki H Manteb Sudarsono dalam sarasehan di Pendopo Dinas Kebudayaan DIY Jalan Cendana 11 Yogyakarta, Selasa (09/08/2016).

Menurut pria yang juga mendapat julukan 'dalang setan' tersebut, perkembangan yang yang dilakukan dalam konsep  wayang garap, mulai 'cak-cakan', sanggit dan gaya pakeliran. Dalang juga jangan sampai terlena dengan diri sendiri saat tampil dan harus bisa menjajagi keinginan penonton. "Ibarat kali banjir, ‘ngeli ning aja keli’," imbuhnya.

Selain itu, Ki Manteb yang dipercaya menjadi Empu Wayang ISI Surakarta ini berharap dalang muda dan calon-calon dalang yang sedang merintis karir jangan takut untuk tampil. Harus percaya diri, menanamkan kebanggaan diri dengan ketulusan hati.

"Belajar dalang jangan pernah berpikir nanti siapa yang nanggap. Lalu apakah bisa dapat uang. Yang penting belajar dengan sungguh-sungguh untuk bekal hidup," jelas sesepuh dalang asal Karanganyar Jawa Tengah ini.

Dalam penampilan, dalang juga hendaknya menggunakan gaya, kata dan bahasa yang mudah dicerna penonton. Dengan begitu pementasannya akan makin menarik perhatian serta memikat penonton untuk terus mengikuti cerita yang dihadirkan. (M-5)

BERITA REKOMENDASI