Perkumpulan Pengusaha Malioboro Keluhkan Pembatasan Pengunjung

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Perkumpulan Pengusaha Malioboro-Ahmad Yani Yogyakarta (PPMAY). Melalui koordinatornya, Karyanto Yudomulyono mengeluhkan kebijakan pembatasan tersebut, yang hanya 2.500.

“Biasanya ada 10.000 pengunjung setiap harinya, bila dibatasi hanya 2.500 orang jelas memukul bisnis, perekonomian di kawasan Maliobooro. Sebaiknya ditinjau ulang karena toko-toko sudah menerapkan SOP antisipasi Covid-19,” tutur Karyanto Yudomulyono, Jumat (19/6)

Karyanto menyebutkan 220 toko anggota PPMAY, ratusan PKL juga ribuan karyawan dan anggota keluarga bergantung hidup dengan gerak perekonomian Malioboro. “Selama ini kita selalu menurut peraturan pemerintah mengenai Normal Baru dengan selalu menjaga kebersihan, dan toko-toko menyediakan tempat cuci tangan dengan hand sanitizer atau handsoap, menjaga toko dengan memakai masker ,” jelasnya

Disebutkan saat ini hanya 45 persen toko yang buka, sisanya masih memperhitungkan untuk buka kembali. “Omzet toko-toko sudah naik 30 persen namum masih belum menutup biaya operasional,” ujarnya.

Karenanya rencana pembatasan plengunjung, lanjut Karyanto, membuat banyak pemilik toko berpikir ulang untuk buka kembali dengan pengunjung yang sangat minim. “Sebelumnya kita sudah mendorong anggota untuk membuka tokonya dengan kewajiban melayani masyarakat luas,” ujarnya. (Dhi/R-4)

BERITA REKOMENDASI