Perlu Dicari Sumber Baru Pertumbuhan Ekonomi DIY

YOGYA, KRJOGJA.com – Pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2019 mencapai angka 6 persen lebih dan itu berarti lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5%. Pertumbuhan ekonomi tersebut salah satunya dipengaruhi pembangunan infrastruktur, khususnya
pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY). Kontribusi sektor pariwisata dan pendidikan juga cukup signifikan.

"Pembangunan BIY hampir selesai, sehingga kontribusi di tahun 2020 tidak sebesar tahun sebelumnya. Ke depan harus dicari sumber-sumber baru pertumbuhan ekonomi bagi DIY. Ekonomi kreatif, termasuk ekonomi digital, perlu didorong dan dikembangkan secara signifikan agar dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di DIY," kata Sekretaris ISEI Yogyakarta sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Atmajaya Dr Y Sri Susilo dalam acara Temu Pendapat Tim Ahli ISEI Yogya dengan tema 'Prospek Bisnis & Ekonomi 2020 di
Yogyakarta', Selasa (7/1).

Kepala Perwakilan BI DIY Himan Tisnawan mengungkapkan, kondisi perekonomian global yang belum membaik serta adanya bayang-bayang Perang Dagang AS-China yang belum ada kejelasan butuh perhatian serius. Terlebih pesatnya perkembangan teknologi digital yang mengubah secara eksponensial berbagai sendi kehidupan, menjadi tantangan yang harus dihadapi di tahun 2020.

Sementara itu, Kepala OJK DIY Untung Nugroho optimis tahun depan perekonomian DIY akan tumbuh dengan baik. Seiring dengan itu secara umum industri keuangan DIY akan tumbuh dengan baik walaupun persaingan akan semakin ketat. Khusus bagi BPR dan BPRS
perlu meningkatkan kualitas layanan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan teknologi informasi yang itu semua perlu dibangun dengan permodalan yang cukup.

Komentar senada diungkapkan oleh Dirut PT SID Property, Bogat Agus Riyono. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan Jokowi menjaga tingkat bunga perbankan menguatkan nilai tukar rupiah hingga akhir 2019. "Optimis semua itu akan terus berlanjut sehingga bisa
menjadi angin segar untuk bisnis properti," tegasnya.

Sementara pengurus ISEI Cabang Yogya yang juga pengusaha muda Soeharto menjelaskan, kondisi bisnis di luar sektor pariwisata dalam beberapa waktu terakhir tampaknya sedang mengalami penurunan. Hal itu bisa dilihat dari omzet bisnis semakin menurun, meskipun sampai saat ini masih bisa bertahan. (Ria) 

BERITA REKOMENDASI