Permintaan Berkurang, Harga Cabai Turun Drastis

YOGYA, KRJOGJA.com – Harga komoditas cabai merah di beberapa pasar tradisional Kota Yogyakarta terus mengalami penurunan pada pekan kedua Juni 2019 atau usai lebaran. Meski mengalami tekanan harga, namun dipastikan petani cabai masih mendapatkan keuntungan.

Ratri, penjual cabai di Pasar Beringharjo mengakui harga cabai yang terus mengalami penurunan dratis setiap harinya, terutama
cabai merah baik cabai merah keriting maupun cabai merah besar. Penurunan harga cabai yang cukup signifikan ini dipicu melimpahnya pasokan dan mulai berkurangnya permintaan.

"Harga cabai merah keriting turun dari Rp 33.000 menjadi Rp 27.000/kg dan cabai merah besar dari Rp 52.000 menjadi Rp 39.000/- kg. Harga cabai rawit tetap bertahan di harga Rp 22.-000 kg untuk rawit hijau dan rawit merah Rp 16.000/kg,"
papar Ratri, Kamis (13/6).

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto mengungkapkan, harga rata-rata komoditas bahan pangan usai lebaran terus mengalami penurunan ke harga normal. Hal ini dapat dilihat dari penurunan harga beberapa komoditas seperti cabai yang turun drastis.  "Tekanan signifikan terhadap harga cabai dipicu adanya panen di beberapa tempat sentra cabai. Ditambah penurunan permintaan konsumen sehingga menyebabkan harganya terus mengalami tekanan," ujarnya.

Yanto menilai, meski harga cabai tersebut mengalami penurunan signifikan di pasaran, tetapi dipastikan harga jualnya tidak sampai ikut merugikan petani. Harga ideal komoditi cabai di tingkat petani di kisaran Rp 25.000 sampai Rp 30.000/kg. "Melihat kondisi perkembangan harga cabai saat ini, harga jualnya masih cukup menguntungan bagi petani. Tidak banyak, tetapi petani setidaknya masih mendapatkan keuntungan," tandasnya.

Ditambahkan, harga komoditas bahan pangan lainnya relatif stabil di beberapa pasar tradisional di Kota Yogyakarta baik Kranggan,
Demangan maupun Beringharjo. Harga komoditas tersebut cenderung mengarah kembali normal seperti daging, telur ayam, bawang putih dan bawang merah.  "Ketersediaan stok bahan pangan yang cukup ikut membantu untuk mengendalikan harga di tengah tingginya permintaan," pungkas Yanto. (Ira)

BERITA REKOMENDASI