Pers Indonesia Harus Cerminkan Ideologi Pancasila

YOGYA, KRJOGJA.com – Perjuangan insan pers Indonesia di masa awal kemerdekaan patut diteladani. Para insan pers di masa itu berani menerbitkan surat kabar, meskipun tidak ada yang membayar. Dasar mereka hanya semata-mata untuk menyebarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kepada masyarakat luas.

"Bisa dipastikan tidak ada orientasi bisnis saat itu, tetapi berdasarkan idealisme semangat nasionalisme yang sangat tinggi,” terang anggota DPR RI Drs HM Idham Samawi dalam acara Malam Refleksi Peringatan Hari Pers Nasional 2019 PWI DIY bertema ‘Peran Media di Tahun Politik’ di Aula Gedung PWI DIY Jalan Gambiran 45 Yogyakarta, Sabtu (2/3) malam.

Pembicara lain, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY Drs Sihono HT MSi dan Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto SIK MSc, dipandu moderator Pemred Tribun Jogja, Ribut Raharjo. Di sela acara, dilakukan pemotongan tumpeng HPN 2019 dan penyerahan kartu PWI kepada reporter muda Elvis Jirestiani (Kresna TV). Acara tersebut dimeriahkan hiburan kesenian angklung dan kolintang dari kelompok ‘Senlintang’ Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DIY.

Idham Samawi menegaskan, Pers Pancasila harus Pancasilais yang mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila. Idham mencontohkan saat ada warga masyarakat yang kesulitan ekonomi, terancam putus sekolah ataupun petani yang kesulitan pengairan karena ketiadaan jaringan irigasi, pers harus tampil membantu lewat pemberitaan. ”Dalam kasus ini negara seharusnya hadir. Kalau negara tidak menjangkaunya pers bisa menjadi jembatan antara
rakyat dengan negara,” ujarnya.

Menurut Sihono HT, kondisi pers di Indonesia cukup memprihatinkan, karena tidak punya pedoman (ideologi Pancasila) sehingga terseret pada kepentingan kapitalis dan liberal. PWI DIY bertekad untuk memunculkan Pers Pancasila dan
menjadikan DIY sebagai pusat pengembangan serta pendidikannya. 

”Guna mewujudkan cita-cita tersebut, perlu dibentuk Pusat Studi Pers Pancasila. Selain itu perlu dibangun Grha Pers Pancasila dan kawasan bagi wartawan (jurnalis house). PWI DIY bertekad menjadi inisiator Pers Pancasila,”
tandasnya.

AKBP Yuliyanto mengatakan, menjelang Pemilu 2019, suasana DIY memang lebih hangat. Namun dirinya mengapresiasi pers di DIY yang ikut mendinginkan suasana, melalui penulisan berita yang menenangkan masyarakat, tidak vulgar dan menjaga kondusivitas Kamtibmas. ”Pihak kepolisian juga mengakui sering ‘pelit’ bicara kepada pers untuk kasus-kasus tertentu, karena ada informasi yang bila disampaikan ke publik dikhawatirkan membawa dampak yang besar di kemudian hari,” katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI