Persaingan Usaha Pertanian di DIY Tinggi

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Berdasarkan hasil analisa Kantor Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Wilayah VII DIY-Jateng, sektor pertanian mendominasi persaingan usaha di DIY-Jateng. Semakin banyak pelaku, menjadikan persaingan menjadi semakin kompetitif.

Berdasarkan kerangka pengukuran indeks persaingan usaha berdasarkan persepsi, secara rata-rata di DIY-Jateng tertinggi di sektor regulasi. Baik kebijakan daerah maupun peraturan daerah dipersepsikan cukup tinggi. Sedangkan yang paling rendah adalah kinerja, termasuk efisiensi harga dan yang lain.

“Di sinilah kami dari KPPU akan mencoba berkolaborasi dengan Pemda DIY, bahwasanya sektor regulasi ini perlu ditingkatkan. Agar pengukuran di tahun depan akan semakin lebih bagus dan merata,” ujar Kepala Kanwil VII KPPU DIY-Jateng M Hendry Setyawan dalam Forum Jurnalis terkait Indeks Persaingan Usaha Tahun 2021 di kantor KPPU, Jumat (10/12).

Ketika disinggung apakah ada persaingan usaha di sektor perhotelan di DIY mengingat tingginya jumlah, Hendry mengungkapkan ada dua konsep. Di dalam pasar dan masuk ke dalam. Persaingan masuk ke dalam pasar, dicontohkan orang berkompetisi terlebih dahulu di luar. Jika sudah sudah memenangkan akan memonopoli sektor tersebut. Seperti tender dan beauty contest

. Orang bersaingan dulu, bagus-bagusan di penawaran. Jika sudah ditunjuk akan memonopoli. Seperti bangun jembatan, gedung dan yang lain. Untuk persaingan di dalam pasar, persaingan terjadi terus menerus.

“Üntuk hotel itu percampuran antara keduanya. Masuk ke dalam pasar karena ada faktor perizinan. Ada juga faktor persaingan di pasar, karena mereka bersaing dengan pengelola hotel yang sudah ada. Dalam konteks seperti ini, dari KPPU lebih mengarahkan ke kebijakan. Bagaimana pemda/kota yang memiliki kewenangan untuk mengatur tentang proses perizinan. Karena konsep pelaku usaha itu selalu ketika ada kesempatan akan masuk,” jelasnya.

Pemerintah juga ada konsep perlindungan. Jangan sampai pelaku usaha yang sudah ada dengan semakin bertumpuk, justru berguguran. Ini harus seimbang. Jangan sampai pemerintah menghambat masuk investor, di sisi lain harus melindungi yang sudah ada. (Awh)

 

 

BERITA REKOMENDASI