Pertahankan Nilai-nilai Luhur Pancasila

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Program Pemprov DIY bertajuk ‘Sinau Pancasila’ dalam menumbuhkan wawasan terhadap generasi muda sangat diperlukan dan dibutuhkan secara berkesinambungan. Era digitalisasi melalui media sosial (medsos) telah mendegradasi wawasan kebangsaan generasi muda dalam berbangsa dan bernegara.

Sebagai contoh, maraknya berita bohong (hoaks) di medsos yang saat ini sangat menggejala. Jika hoaks terus dibiarkan sangat membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itulah, masyarakat yang pandai-pandai menyaring berita di medsos, untuk mengetahui tingkat kebenarannnya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Indonesia Monitoring Prodcedur of Law (Implaw) Yogyakarta sekaligus anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Pemprov DIY, R Chaniago Iseda SH, Minggu (10/10/2021). Dijelaskan, Panxasila sebagai dasar negara dan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara harus dijaga ‘kesaktiannya’ dengan cara memahami sekaligus mengamalkan sila-sila yang ada di dalamnya.

Jangan sampai pemahaman masyarakat tentang Pancasila luntur karena pengaruh berita hoaks. Terlabih lagi, jika berita itu sengaja diciptakan untuk memecah belah kesatuan dan persatuan.

Chaniago Iseda menyampaikan ketika Pancasila sudah terkait dengan struktur pemerintahan, tentunya secara otomatis Pancasila merupakan dasar negara sebagaimana yang telah dirumuskan pada alinea keempat pembukaan UUD 1945. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa UUD 1945 adalah subjek-subjek hukum negara Indonesia.

Tentunya semua produk hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) harus menmgacu kepada Pancasila. “Karena itu, jika ada aturan yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila harus dievaluasi atau lebih tegasnya ditolak,” ujar Chaniago Iseda.

Chaniago Iseda mengemukakan, sudah kita pahami bersama bagaimana proses dan dinamika Pancasila yang digagas para faunding fathers bangsa Indonesia. Pancasila merupakan senjata teramat ampuh bagi bangsa Indonesia untuk mengatasi berbagai persoalan.

Adanya berbagai perbedaan, mulai dari agama, suku, dan ras bisa dipersatukan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, yakni meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu. Semangat itulah yang harus dipertahankan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berdasar hal itu, menurut Chaniago Iseda kesatuan sila-sila dalam Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan kesatuan yang bersifat formal logis saja, tetapi memiliki dasar konstitusional yang mengakui kenyataan pluralis masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai wawasan kebangsaan tetap harus dijaga sampai kapanpun. Tugas menjaga Pancasila tentu ada di pundak selutuh bangsa Indonesia, mulai dari para pemimpin hingga ke rakyat. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI