Pertama Kali, Kejuaran Asia Tenggara Online Sukses Digelar

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ajang 1st Online South East Asia Hapkido Championship atau Kejuaraan Hapkido Asia Tenggara Online Pertama sukses digelar oleh Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI) pada 6 sampai 7 Maret 2021 lalu. Kejuaraan yang dilangsungkan melalui aplikasi Zoom yang dioperasikan dari Yogyakarta dan dapat disaksikan melalui YouTube ini telah mendapatkan perhatian dunia beladiri Hapkido.

Sistem pertandingannya ada dua yaitu melalui Live Performance Online dan Video Live Online dan pertama kalinya menggunakan aplikasi yang dibangun khusus untuk dapat melakukan penilaian hasil secara real time dan mampu memberi kualifikasi rinci secara langsung dari manapun posisi wasit tersebut berada.

Presiden World Hapkido Martial Art Federation (WHMAF) Grand Master Choi Don Oh memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dari Hapkido Indonesia untuk melaksanakan kejuaraan internasional online ini yang pertama bagi seni beladiri Hapkido di dunia. Kegiatan Hapkido yang telah menjadi cabang olahraga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) ini dilaksanakan dengan menerapkan prosedur kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat selama dua hari penyelenggaraan.

“Kejuaraan internasional online olahraga seni bela diri yang berasal dari Korea Selatan ini mendapat animo besar dan telah berhasil mencuri perhatian masyarakat dunia. Hapkido Indonesia mewujudkan inisiatif melaksanakan kejuaraan secara online berskala internasional meski di tengah pandemi Covid-19,” ujar Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.

Presiden South East Asia Hapkido Union (SEAHU) GBPH Prabukusumo menyampaikan kejuaraan Hapkido tingkat internasional ini menjadi performance yang menarik dilihat oleh atlet, pelatih, maupun semua orang di rumah masing-masing. Kehadiran Hapkido dari negara tetangga Singapore, Malaysia, Vietnam dan Brunei Darussalam di upacara pembukaan menunjukan soliditas, kebersamaan dalam keluarga Hapkido untuk berkarya dan berprestasi.

“Antusias dan suksesnya kejuaraan online internasional pertama ini, memberikan rasa percaya diri kami yang kuat untuk dapat memperluas lagi skala dan jumlah peserta. Guna dapat mewujudkan hal tersebut kita bersama WHMAF akan membuat beberapa seminar bagi para instruktur Hapkido di seluruh dunia secara online agar mensosialisasikan standar teknik pertandingan dan penilaian maupun perwasitan secara online kedepannya,” tutur Ketua panitia kejuaraan dan Founder Hapkido Indonesia Master V Yoyok Suryadi.

Kejuaraan ini diikuti hampir 200 orang atlet dari Asia Tenggara dan atlet tamu dari negara asal Hapkido Korea dan dari Amerika Serikat (AS), Hongkong, Panama dan Inggris serta 14 orang wasit internasional yang dipimpin Master Ah Pow dari Brunei Darussalam. Dan pertama kalinya menggunakan aplikasi yang dibangun khusus untuk dapat melakukan penilaian hasil secara real time dan mampu memberi kualifikasi rinci secara langsung dari manapun posisi wasit tersebut berada.

“Kejuaraan Online ini juga merupakan kesempatan baik bagi Dojang dan Klub Hapkido di Indonesia terus berlatih dan beraktivitas walau dalam situasi pandemi. Selain itu, menjadi titik awal serta uji coba dalam mulai melaksanakan aktivitas mengikuti protokol kesehatan sekaligus persiapan menghadapi PON XX Papua 2021 dimana Hapkido akan mulai dipertandingkan secara eksibisi,” pungkas Master Yoyok. (Ira)

BERITA REKOMENDASI