Pertambahan Ranmor Pengaruhi Arus Lalin

Editor: Ivan Aditya

PERTUMBUHAN atau penambahan jumlah kendaraan bermotor (ranmor), roda dua dan roda empat tidak bisa dipungkuri menjadi salah satu penyebab kepadatan arus lalu lintas di kota-kota besar di Indonesia, termasuk di Yogyakarta. Problem tahunan tersebut bukannya tidak dicarikan solusi. Pihak kepolisian, dalam hal ini Direktorat Lalulintas (Ditlantas) bersama institusi terkait, selalu berusaha membuat rekayasa lalu lintas dengan tujuan mengurangi kepadatan arus lalu.

Di Yogyakarta berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas, mulai dari pembuatan satu jalur, pengoptimalan kantong-kantong parkir, hingga perubahan jalur padat. Pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan bersinergi untuk mengurai kepadatan arus lintas, salah satunya mengoptimalkan fungsi traffic light di jalan-jalan yang tergolong padat arus lalulintasnya.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi SIK MSi didampingi Kasubdit Regident Ditlantas Polda DIY AKBP Edy Bagus Sumantri SIK, Rabu (08/12/2021) menyampaikan problem klasik setiap tahun menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) salah satunya ‘menumpuknya’ kendaraan bermotor, mobil dan sepeda motor di tempat-tempat yang menjadi tujuan perayaan Natal dan Tahun Baru. Tahun ini, diperkirakan kepadatan arus lalu lintas akan meningkat seiring dibatalkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tiga selama Nataru.

Pihak Ditlantas Polda DIY tetap melakukan langkah-langkah antisipasi dengan tujuan agar perayaan Nataru tidak menjadi klaster baru penyebaran virus korona. Bukan tidak mungkin jika masyarakat abai terhadap protokol kesehatan (prokes) akan menyebabkan kembali menyebarnya virus korona. “Terkait hal itu selama perayaan Nataru, pihak kepolisian akan memperketat masalah penggunaan masker dan jalur-jalur wisata di wilayah DIY,” jelas Iwan Saktiadi.

Pertumbuhan Kendaraan Bermotor Baru

Salah satu faktor terjadinya kepadatan arus lalu lintas di Yogyakarta adalah pertumbuhan atau penambahan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Setiap bulan, jumlah kendaraan bermotor terus bertambah, sedangkan luas ruas jalan sama sekali tidak bertambah. Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) hanya bisa menyiasati dengan membuat rekayasa lalu lintas, salah satunya dengan membuat pengalihan di tempat-tempat yang padat arus lalu lintasnya.

Tak hanya itu, kantong-kantong parkir juga diefektifkan untuk menampung kendaraan yang berniat menuju kawasan tertentu, termasuk di kawasan pariwisata. Beberapa kantong parkir yang ada di Yogyakarta antara lain Taman Parkir Abubakar Ali, Taman Parkir P Senopati, Taman Parkir Abubakar Ali, Taman Parkir Jalan Sriwedani, dan Taman Parkir ‘Darurat’ di sejumlah tempat.

Keberadaan taman parkir tersebut bertujuan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas. Menurut Iwan Saktiadi, masalah parkir memang tidak bisa dipisahkan dari upaya penertiban arus lalu lintas.

Jika kondisi perparkiran ruwet, bisa dipastikan akan mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas. Karena itu, bisa dimaklumi menjelang libur Nataru, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban perihal parkir.

Mengenai pertumbuhan/penambahan kendaraan bermotor di wilayah hukum Polda DIY, Iwan Saktiadi menyampaikan harus mendapat perhatian seksama, mengingat Yogyakarta merupakan salah satu kota yang bisa disebut sebagai ‘Indonesia Mini’ lantaran predikat sebagai Kota Pelajar dan Kota Wisata.

Berdasar catatan yang ada di Subdit Regident Ditlantas Polda DIY pertumbuhan/penambahan kendaraan bermotor setiap bulannya sebagai berikut, Januari 2021 (7.621 unit roda dua dan 1.297 unit roda empat), Februari 2021 (7.011 unit roda dua dan 1.246 unit roda empat), Maret 2021 (7.402 unit roda dua dan 1.174 unit roda empat), April 2021 (7.188 unit roda dua dan 1.358 unit roda empat), Mei 2021 (6.334 unit roda dua dan 1.048 unit roda empat), Juni 2021 (7.599 unit roda dua dan 1.135 unit roda empat), Juli 2021 (6.776 unit roda dua dan 1.111 unit roda empat), Agustus 2021 (5.746 unit roda dua dan 1.105 unit roda empat), September 2021 (6.949 unit roda dua dan 1.3461 unit roda empat), Oktober 2021 (7.381 unit roda dua dan 1.232 unit roda empat) dan November 2021 (8.424 unit roda dua dan 1.344 unit roda empat).

Jumlah penambahan kendaraan bermotor sejak Januari-November 2021 tentu bukan angka yang sedikit, karena tahun-tahun sebelumnya juga telah terjadi pertumbuhan kendaraan bermotor yang jumlahnya nyaris hampir sama. Dibanding tahun 2020, penurunan pertambahan kendaraan bermotor terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret dan April 2021.

Sedangkan bulan Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, dan November 2021 terjadi peningkatan pertumbuhan kendaraan bermotor. Mengenai terjadinya penurunan pertumbuhan kendaraan bermotor, menurut dimungkinkan karena pandemi Covid-19.

“Tetapi karena berkaitan dengan kebutuhan transportasi, pertumbuhan kendaraan bermotor pelan tapi pasti, mulai meningkat lagi,” tambah Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda DIY, AKP Maryanto SH MM.

Sementara, AKBP Edy Bagus Sumantri SIK menambahkan pertumbuhan kendaraan bermotor di wilayah hukum Polda DIY setidak-tidaknya bisa dirunut dari produksi Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Keberadaan BPKB menjadi sah-tidaknya kepemilikan kendaraan bermotor, terutama jika dikaitkan dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Kesamaan identitas diri pada STNK dan BPKB menjadi bukti keabsahan kepemilikan kendaraan bermotor.

“Jika pemilik kendaraan bermotor sudah berganti ke orang lain, pada saat pembayaran pajak, pemilik kedua harus tetap menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang tertera pada STNK dan BPKB,” jelas Edy Bagus Sumantri.

Terkait hal itu, setiap kendaraan bermotor yang hendak mengajukan Surat Tanda Kendaraan Nermotor (STN). Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), terlebih dahulu harus melalui proses awal, yakni cek fisik kendaraan bermotor. Sepanjang tahun 2021, Ditlantas Polda DIY melalui Sie BPKB telah memproduksi BPKB, masing-masing Januari 2021 (7.500 roda dua dan 1.032 roda empat), Februari 2021 (6.672 roda dua dan 768 roda empat), Maret 2021 (6.692 roda dua dan 798 roda empat), April 2021 (7.648 roda dua dan 944 roda empat), Mei 2021 (6.550 roda dua dan 736 roda empat), Juni 2021 (6.971 roda dua dan 800 roda empat), Juli 2021 (6.022 roda dua dan 740 roda empat), Agustus 2021 (5.975 roda dua dan 753 roda empat), September 2021 (7.106 roda dua dan 970 roda empat), Oktober 2021 (7.584 roda dua dan 810 roda empat) dan Novemer 2021 (8.675 roda dua dan 959 roda empat).

Total jumlah produksi BPKB (baru) tentu seimbang dengan STNK (baru) yang dikeluarkan Ditlantas Polda DIY.

Penataan dan Pengaturan Ruas Jalan

Upaya mengatasi kepadatan arus lalu lintas di Yogyakarta secara berkesinambungan terus dilakukan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub), tidak hanya menjelang Natal dan Tahun Baru. Secara periodik dilakukan penataan dan pengaturan ruas jalan, antara lain pengalihan jalur dan pembuatan satu jalur di sejumlah ruas jalan, terutama yang rawan kepadatan dan kemacetan.

Tak hanya itu di beberapa tempat dibuat jalan layang dengan tujuan memperlonggar tumpukan kendaraan bermotor untuk menuju ntempat tertentu. Ada sejumlah jalan layang yang tersedia bagi pengendara kendaraan bermotor, di antaranya Jalan Layang Lempuyangan, Jalan Layang Janti, dan Jalan Layang Jombor. Keberadaan jalan layang terbukti mampu mengurangi kepadatan lalu lintas.

Demikian pula penataan dan pengaturan di ruas jalan di sejumlah kawasan yang bersinggungan dengan aktivitas ekonomi dan pariwita, di antaranya kawasan Jalan Margo Utomo, kawasan Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Jalan Abubakar Ali, kawasan Malioboro, kawasan Jalan Urip Sumoharjo, kawasan Titik Nol, dan kawasan objek wisata Kraton Yogyakarta.

Kebijakan pengaturan kawasan-kawasan tersebut berada di pihak Dishub Kota maupun Dishub Provinsi, sedangkam kepolisian (dalam hal ini Ditlantas Polda DIY) sebatas mengamankan aturan yang telah ditentukan oleh Dishub. “Semisal pemasangan dan penggantian lampu traffic light, menjadi kewenangan Dishub,” jelas Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi SIK MSi.

Terkait hal tersebut, Iwan Saktiadi mengimbau masyarakat tertib dalam berlalulintas, demi terciptanya kelancaran, keamanan, dan kenyamanan lalu lintas. Dengan tertib berlalulintas, bisa dihindari terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Hal yang perlu diperhatikan masyarakat terkait ketertiban berlalulintas, di antaranya kelengkapan surat-surat (SIM dan STNK) dan kelengkapan kendaraan, mulai dari lampu utama, lampu rem, lampu zign, dan kaca spion.

Mengenai SIM, Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda DIY Kompol Edy Sutrisno SH menjelaskan animo masyarakat dalam peemohonan SIM baru tergolong cukup tinggi, sebagaimana tercermin dalam jumlah produksi klinik pengemudi (Klipeng) setiap bulannya. Mereka menyadari untuk kendaraan ‘berat’ wajib terlebih dahulu memiliki klipeng, sebelum masuk pada tahap produksi SIM. (Haryadi)

BERITA REKOMENDASI