Pertamina MOR IV Genjot Pemasaran Pertalite

BANTUL (KRjogja.com) –  PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR) IV Area Jawa Tengah dan DIY senantiasa menggenjot pemasaran bahan bakar khusus (BBK), khususnya Pertalite baik di Jateng maupun DIY.  Pertamina sekaligus memastikan tidak akan menghilangkan produk Premium dipasaran, Premium maupun bahan bakar bersubsidi lainnya seperti Solar tetap bisa diakses masyarakat dengan surat rekomendasi dari dinas terkait.

General Manager (GM) Pertamina MOR IV, Kusnendar mengatakan konsumsi BBK di Jawa Bagian Tengah (JBT) sebelumnya pada Juli 2016 lalu sempat tertinggal dibandingkan Jawa Timur, maupun Jawa Barat, dimana 71 persen konsumsi masih didominasi bahan bakar minyak (BBM) khususnya Premium. Sementara konsumsi Premium di awal tahun rata-rata mencapai lebih dari 85 persen.

"Konsumsi Premium sudah bisa ditekan 41 persen di Jawa Timur dan 58 persen di Jawa Barat,  hal ini dikarenakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hanya menyediakan outlet Premium yang sedikit. Kita harus menyeimbangkan dan paling tidak mampu menekan konsumsi Premium setara dengan Jawa Timur maupun Jawa Barat," papar Kusnendar saat ditemui di SD Payungan Triharjo Pandak Bantul disela-sela program Gowes Merdeka dan Pertamina Mengajar menyemarakan HUT RI Ke-71, Minggu (21/8/2016).

Dalam Kesempatan tersebut, Pertamina MOR IV sekaligus memberikan bantuan berupa 100 paket tas sekolah dan alat tulis bagi siswa-siswi SD Payungan yang kurang mampu serta satu unit projector bagi sekolah tersebut. Selain itu, Pertamina MOR IV memperkenalkan tim gowes Pemuda 114 yang kini telah beranggotakan 62 anggota.

Kusnendar menyampaikan pihaknya tengah berusaha untuk menambah nosel-nosel Pertalite di SPBU atau dengan mengurangi nosel Premium. Pertamina harus realistis untuk membuat bahan bakar yang ramah lingkungan dan dengan ron di atas 80 bagi kendaraan bermotor. Melihat kurva konsumsi bahan bakar, seharusnya konsumsi Pertalite paling banyak."Dengan berbagai upaya yang telah kita lakukan kita sudah memasuki  konsumsi Premiun di angka 53 persen, kalau bisa nanti menjadi kurva normal. Pertalite ini kita harapkan berada di tengah-tengah kurva konsumsi bahan bakar," tandasnya. (R-4)

 

BERITA REKOMENDASI