Pertamina Targetkan Bangun 1.647 Outlet Pertashop di Jateng – DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – PT Pertamina (Persero) terus memperluas jangkauan pemerataan energi melalui Pertashop yaitu outlet Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini yang dihadirkan di pelosok pedesaan. Untuk itu, Pertamina terus mendorong pengembangan kemitraan Pertashop yang ditargetkan mampu menghasilkan kemitraan 10.000 outlet Pertashop secara nasional serta 1.647 outlet di Jawa Tengah (Jateng) dan DIY pada 2021.

Unit Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho mengatakan sejak pertama kali Pertashop dikenalkan pada Februari 2020 lalu, tepatnya pada saat penandatangan nota kesepahaman tentang pembangunan Pertashop di desa. Dalam hal ini ditandantangani Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri)
Tito Karnavian, Pertashop di wilayah Jawa Tengah dan DIY telah hadir setidaknya mencapai 207 titik saat ini.

“Sebanyak 207 unit Pertashop telah terbangun dan beroperasi melayani kebutuhan bahan bakar di desa-desa Jateng dan DIY. Angka tersebut akan terus bertambah, mengingat masih banyak desa atau kecamatan yang belum tersedia SPBU. Jika pusat menargetkan 10 ribu Pertashop, kita targetkan 1.647 titik pertashop di Jateng dan DIY tahun ini,” tuturnya, Kamis (29/04/2021).

Brasto menjelaskan Pertamina telah mengusung program One Village One Outlet (OVOO), di mana setiap desa atau kecamatan akan memiliki Pertashop. Untuk itu, guna mempercepat perluasan Pertashop, Pertamina telah memiliki skema kemitraan dengan pegusaha untuk berinvestasi Pertashop. Kehadiran Pertashop mampu meningkatkan taraf ekonomi, baik untuk masyarakat umum atau konsumen maupun pengusaha yang menjalankan bisnis Pertashop.

“Kami telah membuka peluang investasi bagi para pengusaha untuk mengelola SPBU mini atau Pertashop yang tentu nilai investasinya lebih rendah dari SPBU reguler dan bisnisnya sangat menjanjikan,” imbuhnya.

Syarat utamanya adalah badan usaha seperti CV, PT, Koperasi, Usaha Dagang (UD), maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk persyaratan dan penjelasan lebih lengkap dapat dilihat pada tautan ptm.id/MitraPertashop. Selain itu, Pertashop juga bisa menjadi bisnis tersendiri yang memberikan keuntungan usaha, baik yang berbasis kelompok masyarakat seperti BUMDes maupun pengusaha swasta.

“Kami berharap banyak pengusaha atau BUMDes yang berminat untuk berinvestasi Pertashop demi perluasan pembangunan Pertashop yang lebih cepat lagi.Dengan adanya Pertashop, konsumen yang tinggal di pedesaan tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke SPBU hanya untuk mengisi bahan bakar,” tandas Brasto. (Ira)

BERITA REKOMENDASI