Pertumbuhan Perekonomian DIY Meningkat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Arus peredaran uang kartal di DIY cukup tinggi dimana arus uang tunai banyak yang masuk ke perbankan (inflow) sebesar Rp 19,8 triliun selama November 2018. Tingginya inflow tersebut berarti banyak aktivitas ekonomi masyarakat sehingga menjadi pertanda pertumbuhan perekonomian di DIY makin meningkat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Budi Hanoto mengatakan, masyarakat cenderung lebih banyak melakukan transaksi penyetoran uang rupiah (inflow) daripada penarikan uang rupiah (outflow) pada November 2018. Berdasarkan laporan, tercatat total uang yang keluar mencapai Rp 18,4 triliun dan total uang yang masuk sebesar Rp 19,8 triliun. Sehingga terjadi net inflow sebesar Rp 1,4 triliun selama bulan lalu.

”Banyaknya uang yang masuk ke perbankan di DIY ini mempunyai arti banyak terjadi aktivitas ekonomi sehingga perbankan banyak menyimpan uang karena banyak perusahaan yang membayar lewat bank,” ujar Budi.

Budi menyampaikan, BI secara sistem moneternya apabila uang kartal banyak inflow memperlihatkan sirkulasi uang di DIY semakin tinggi. Tingginya sirkulasi uang kartal di DIY ini menandakan pertumbuhan ekonomi makin meningkat sebab uang yang masuk ke DIY lebih tinggi daripada uang yang keluar. Bertambahnya uang yang beredar di DIY tersebut dipicu dengan semakin membaiknya kegiatan ekonomi DIY pada 2018 ini.

”Hal itu tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi DIY mencapai 6,03 persen pada Triwulan III 2018 yang semakin solid. Pertumbuhan ekonomi DIY yang makin kokoh tersebut ditopang akselerasi kinerja investasi seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur dan konsumsi yang terjaga terutama konsumsi pemerintah,” jelasnya.

Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY tersebut mengungkapkan pertumbuhan ekonomi DIY turut ditopang stabilitas inflasi yang tercatat mencapai 0,46 persen pada November 2018. Terjaganya inflasi di DIY ini dipengaruhi beberapa faktor yaitu tekanan adminstered prices relatif stabil dan terjaganya inflasi pangan. Diperkirakan inflasi DIY hingga 2018 akan tetap rendah dan stabil dengan berada pada sasaran inflasi sebesar 3,4 persen plus minus 1 persen. (Ira)

BERITA REKOMENDASI