Perum Bulog Kanwil DIY Rutin Gulirkan KPSH

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) DIY memastikan ketersediaan pasokan beras maupun gabah masih mencukupi dan aman guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat DIY. Selain memastikan ketersediaan pasokan, Perum Bulog Kanwil DIY terus menggulirkan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) yang terus berjalan sepanjang tahun guna menjaga ketersediaan stok dan stabilisasi harga bahan pangan.

“Kami terus melakukan penyerapan baik gabah maupun beras petani lokal di wilayah ketugasan Perum Bulog Kanwil DIY termasuk Kedu dan Banyumas hingga saat ini. Kami terus melakukan serapan gabah petani lokal yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan) baik di wilayah DIY, Kedu maupun Banyumas yang mencapai setidaknya rata-rata di kisaran 100 hingga 200-an ton setiap harinya,” ujar Plh Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil DIY Sony Supriyadi, Senin (19/04/2021).

Sony mengatakan pihaknya berupaya seoptimal mungkin melakukan penyerapan gabah maupun beras dari mitra-mitra Bulog setempat. Disamping itu, pihaknya pun menerjunkan Satuan Kerja (Satker) Pengadaan Gabah atau Beras di wilayah kerja Perum Bulog Kanwil DIY. Perum Bulog Kanwil DIY juga wajib membeli beras/gabah dari petani lokal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) meskipun harga beras atau gabah baik di petani maupun penggilingan dalam kondisi di bawah HPP serta memenuhi komponen yang diberlakukan seperti kualitas dan sebagainya.

“Adapun besaran HPP yang ditetapkan dalam Permendag No.24/2020 yaitu untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp4.200/kg dan di tingkat penggilingan sebesar Rp4.250/kg, gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan Rp5.250/kg dan di gudang Bulog sebesar Rp5.300/kg, serta beras di gudang Perum Bulog Rp8.300/kg,” imbuhnya.

Perum Bulog Kanwil DIY pun menjalin kerjasama dengan gapoktan yang mempunyai mesin pengering untuk memberikan nilai tambah agar gabah/beras hasilnya berkualitas dan mempunyai nilai jual yang lebih baik. Stok komoditi beras yang dimiliki Perum Bulog Kanwil DIY mencapai sekitar 8.500 ton untuk wilayah DIY serta kisaran 36 ribu hingga 36 ribu ton untuk wilayah Kedu dan Banyumas hingga pertengahan April 2021 ini. Sedangkan stok bahan pokok pangan lainnya gula pasir 244 ton, minyak goreng 10.392 ton, tepung terigu 13 ton, daging kerbau 11 ton dan daging sapi 3 ton per 8 Maret 2021.

“Kita sebagai stabilisator harga juga terus melakukan KPSH beras medium sebagai pengganti Operasi Pasar (OP) dengan memanfaatkan jaringan yang dimiliki Bulog seperti Kios Segoro Amarto maupun Rumah Pangan Kita (RPK). Kami drop beras medium yang bisa dijual kepada masyarakat umum secara rutin karena KPSH ini cukup efektif dalam membantu stabilisasi harga di pasaran,” terang Kepala Bidang Komersial Perum Bulog Kanwil DIY ini. (Ira)

BERITA REKOMENDASI