Pesan Uskup KAS, Beri Pelayanan Orang Tersingkir

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sesuai pesan dari Bapa Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Robertus Rubiyatmoko Pr, semua gereja di lingkup KAS harus berani memberikan pelayanan kepada orang-orang yang kurang beruntung. Seperti orang miskin, lemah, tersingkir dan difabel. Hal itu bisa dilakukan selama masa Pra Paskah 2018.

Seperti halnya di Gereja St Antonius Kotabaru Yogyakarta. Menurut Romo Paroki, Maharsono Probho SJ, peringatan Paskah 2018 ini harus jadi sebuah langkah untuk pengentasan kemiskinan, pembebasan ketersingkiran atau untuk mengentaskan orang yang terpinggirkan.

”Bapa Uskup KAS berpesan agar gereja mau ngopeni orang-orang yang kurang kopen supaya kopen. Maksudnya kita harus berani bertindak untuk merawat mereka agar lebih baik lagi hidupnya. Maka selama masa Pra Paskah ini umat bergerak nyata di lingkungannya masing-masing,” ungkapnya, Rabu
(28/03/2018).

Romo Mahar mencontohkan umat Gereja Kotabaru mulai berkarya dengan sebuah gerakan yakni ‘Sego Mubeng’. Dimana setiap Sabtu pagi pukul 05.15 WIB dikumpulkan nasi bungkus yang kemudian diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti abang becak, tukang sapu jalan, pemulung serta siapa saja yang membutuhkan nasi bungkus tersebut.

”Tak hanya itu saja, kami juga coba membantu orang sakit serta mereka yang butuh beasiswa pendidikan. Dalam segala lini kehidupan, kami diajak untuk melebarkan ruang bermasyarakat. Sehingga harapannya pengalaman iman ini bisa diwujudkan dalam langkah pembebasan,” jelas Romo Maharsono. (Adk)

BERITA REKOMENDASI