Pesepeda Meninggal Mendadak di Kulonprogo Diduga Karena Serangan Jantung

Editor: Ivan Aditya

“Kalau sendiri, sekira heart rate sudah lebih dari 220 dikurangi jumlah usia, maka lebih baik menurunkan dan istirahat dulu. Kalau bagi yang terlatih, dalam artian jantung punya rekam heart rate tinggi mungkin risikonya kecil tapi untuk yang tidak terlatih bisa berbahaya. Sudah tidak perlu gengsi dikewer kancane, terpenting tahu limit sendiri,” lanjut dia.

Septiadi menyampaikan bawasanya saat ini emergency call tersentral di DIY belum sepenuhnya bisa berjalan dengan cepat. Padahal, orang dengan serangan jantung hanya punya golden time selama 9 menit saja.

“Ini yang mungkin juga harus diperhatikan pesepeda, ketika ada satu rekannya kolaps maka bisa melakukan pertolongan pertama yakni ABC (Airway Breath Circulation) yakni membuka jalur nafas. Ini penting dilakukan sambil memanggil medis dari faskes terdekat,” lanjut salah satu penggagas event sepeda Tour de Jogja ini.

Tampaknya, hal ini harus diketahui oleh pesepeda di manapun berada. Apalagi beberapa waktu terakhir, sepeda kembali booming di tengah pandemi Covid-19. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI