Peserta UNBK Diminta Tak Percaya Bocoran Soal

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 28.734 siswa yang berasal dari 217 SMK di DIY mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer pada hari ini, Senin (25/03/2019). Guna menyukseskan pelaksanaan UNBK, sekolah maupun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY sudah melakukan sejumlah antisipasi untuk mengantisipasi adanya gangguan teknis. Adapun bentuk mulai dari melakukan koordinasi dengan PLN sampai membuat Posko pengaduan.

"Meski soal dalam UNBK sudah desain sedemikian rupa, sehingga kemungkinan terjadinya kecurangan sangat kecil. Namun kami tetap meminta kepada siswa untuk tidak mempercayai adanya isu bocoran soal atau kunci jawaban yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Tentunya semua itu akan bisa diwujudkan, apabila siswa senantiasa mengedepankan kejujuran dan rasa percaya diri," papar Kabid Perencanaan dan Standardisasi, Disdikpora DIY, Didik Wardaya.

Didik mengungkapkan, kondisi cuaca yang tidak menentu, perlu menjadi perhatian dari sekolah. Untuk itu, guna mengantisipasi terjadinya hal-hal tidak diinginkan seperti listrik padam, tidak ada salahnya apabila sekolah menyiapkan genset. Dengan adanya kesiapan perangkat dan antisipasi sejak awal diharapkan siswa bisa lebih fokus mengerjakan soal ujian.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Yogyakarta Dodot Yuliantoro MT menjelaskan, sebagai koordinator Sub Rayon 2 SMK Kota Yogyakarta, pihaknya sudah siap menggelar UNBK. Baik sebagai satuan pendidikan maupun sebagai sub rayon. Termasuk penataan ruangan, dan juga kesiapan siswa untuk mengikuti UNBK termasuk agar siswa mengedepankan kejujuran.

Penjelasan senada disampaikan Kepala SMKN 2 Kasihan Bantul (SMM) Agus Suranto SPd MSn. Menurutnya, persiapan terakhir sudah dilaksanakan. SMK dengan Kompetensi Keahlian Seni Musik Klasik itu, menyiapkan dua laboratorium dengan tiga sesi pesertanya 143 siswa.

Seperti sekolah lain, UNBK dengan pengawas silang, SMKN 2 Kasihan Bantul mengirim pengawas untuk bertugas di sekolah lain, dan menerima pengawas dari sekolah lain untuk mengawasi jalannya UNBK di SMKN 2 Kasihan Bantul. Sekolah Menengah Musik (SMM) ini mengingatkan siswanya untuk mengedepankan kejujuran.

Terpisah penjelasan Kepala SMK Tamansiswa Cabang Jetis Yogyakarta Misdar SE MM juga tidak jauh berbeda. Semua sudah siap, bukan hanya kepada siswa untuk mengedepankan kejujuran, tetapi juga ada penandatanganan pakta integritas antara panitia dan pengawas silang. Tujuannya agar semua berjalan dengan mengedepankan kejujuran. Pengawas silang yang mengatur Sub Rayon 2. (Ria/War)

BERITA REKOMENDASI