Pesta Seks Condongcatur, Begini Kata Bupati Sleman

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kasus pesta seks di sebuah homestay kawasan Jalan Nusa Indah Condongcatur Depok Sleman beberapa waktu lalu cukup menyita perhatian masyarakat luas. 12 orang yang tertangkap dan 2 menjadi tersangka membuat mata banyak orang terbelalak lantaran kejadian tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan perhatian pada kasus yang terjadi di wilayahnya. Sri Purnomo mengaku telah memerintahkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja untuk menggencarkan pengawasan kos-kosan termasuk homestay yang ada di wilayah Sleman.

“Saya sudah perintahkan Kasatpol PP untuk lebih gencar mengawasi kos-kosan di Kabupaten Sleman tapi kami juga himbau masyarakat peduli karena tenaga kita juga terbatas. Kita butuh bantuan semua pihak termasuk masyarakat,” ungkap Sri Purnomo, Minggu (16/12/2018).

Peran masyarakat menurut Bupati Sleman tersebut sangat diperlukan untuk menjaga bersama wilayah sekitar. “Ketika ada kegiatan tak sehat segera lapor pada kami agar ditindaklanjuti, agar dicegah,” sambungnya.

Sementara terkait homestay Arawa yang dijadikan lokasi pesta seks, Sri Purnomo mengakui pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam kemungkinan keterlibatan pemilik. “Kalau memang terbukti keterlibatan yang punya rumah, mengijinkan dan terlibat ya kita tutup. Kalau homestaynya tidak berijin ya kita dorong paksa mencari ijin,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan jajaran kepolisian Polda DIY menggerebek sebuah rumah singgah di Jalan Nusa Indah Selasa (11/12/2018) malam lalu dan mendapati 12 orang sedang melakukan pesta seks di mana satu pasang didapati bersetubuh di hadapan 10 orang lainnya.

Polisi menetapkan dua tersangka yakni AS dan HK lantaran dinilai mendapatkan keuntungan dari kondisi tersebut. Polisi menyangkakan pasal perbuatan cabul dan perdagangan manusia pada keduanya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI