Petani Dituntut Cermat Antisipasi Gagal Panen

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kenaikan intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menuntut kecermatan dari petani agar tak terjadi gagal panen. Salah satu caranya dengan menjaga sanitasi lahan dan membersihkan tanaman. Apabila ada tanaman yang sudah terlanjur terkena serangan harus dicabut supaya tidak menular.

“Musim penghujan yang cukup ekstrem seperti sekarang perlu pengelolaan air yang bagus dari hulu ke hilirnya. Sehingga tidak berdampak negatif pada tanaman, misalnya di buat embung, waduk, perbaikan danau untuk menampung air hujan yang meluap. Selain itu perbaikan jaringan irigasi dan pompanisasi juga sangat diperlukan,” kata pengamat Pertanian APTA Yogyakarta, Supriyati MP.

Supriyati mengatakan, puncak musim penghujan di DIY diprediksikan pada Januari dan Februari 2021. Dimana pada saat ini untuk padi masuk pada musim tanam pertama dan tinggal menunggu panen. Diharapkan dengan menanam padi yang varietas tahan air seperti Inpari 29, 30, ciherang, inpara 1-10 adanya resiko gagal panen bisa diperkecil.

Sedangkan untuk tanaman sayuran seperti bayam, sawi, terong, waluh, jipang, buncis, brokoli, slada dan lain-lain sangat bagus di taman pada musim penghujan. Walaupun begitu yang perlu diperhatikan adalah bakteri dan jamur yang cukup tinggi. Karena kelembaban yang tinggi, sehingga harga cabe mahal. (Ria)

BERITA REKOMENDASI