Petani Dituntut Cermat Tentukan Jenis Tanaman

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Datangnya musim penghujan menjadi berkah tersendiri bagi para petani yang memiliki lahan tadah hujan. Karena dengan datangnya musim penghujan tersebut, para petani di lahan tadah hujan bisa memiliki kesempatan lebih besar untuk menanam padi.

Kendati demikian, para petani tetap perlu cermat dalam menentukan jenis tanaman. Jangan sampai karena tergesa-gesa dalam menentukan jenis tanaman, sampai akhirnya berujung pada terjadinya gagal panen.

Baca juga :

BPBD DIY Imbau Warga Waspada Siklon Cempaka
Tinggi, Intensitas Hujan di DIY

"Biasanya dalam musim penghujan seperti sekarang, bagi petani yang mempunyai sawah tadah hujan pasti ditanami padi. Karena padi menjadi andalan utama bagi mereka, oleh sebab itu yang perlu dilakukan untuk wilayah yang rawan banjir adalah menanam varietas padi yang toleran terhadap banjir sehingga aman. Karena kemungkinan terjadinya gagal panen bisa diantisipasi lebih awal," kata pengamat pertanian dari Akademi Pertanian (Apta) Yogyakarta, Ir Supriyati MP.

Menurut Supriyati, kecermatan petani dalam menentukan jenis tanaman saat musim penghujan sangat penting. Namun masih banyak petani yang belum menyadari akan hal itu, akibatnya hasil panen yang diperoleh menjadi kurang optimal.

Oleh karena itu supaya hal itu tidak terjadi butuh perencanaan matang. Selain itu, pengolahan lahan yang sempurna, perlakuan benih sebelum tanam, pengendalian saluran air, pengendalian organisme pengganggu penting diantisipasi.

Tindakan itu perlu dilakukan karena banyak jamur dan bakteri yang berkembang. Selain itu juga perlu diimbangi pemupukan berimbang sehingga hasil padi bisa maksimal.

"Selain itu di sekitar tanaman padi juga perlu diberi tanaman refugia untuk pengusir hama. Sedangkan untuk lahan tertentu cocok ditanami sayuran seperti sawi putih, bayam, kangkung, kacang panjang, terong dan lain-lain. Hanya saja karena tingkat kelembapannya tinggi sehingga kemungkinan adanya jamur dan bakteri tinggi. Dampaknya biasanya kualitas sayuran agak buruk, sehingga harga rendah. Guna mengatasi hal itu perlu penanganan yang tepat, agar hasilnya bagus," papar Supriyati.

Lebih lanjut Supriyati menambahkan, supaya kegagalan yang dialami petani, bisa diminimalisir. Sejak awal tanam pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian perlu membina petani lewat pola tanamnya.

Karena pola tanam yang cocok dengan iklim memudahkan prediksi atau tata kelola tanaman. Jadi tidak semua lahan digunakan untuk menanam satu jenis tanaman saja, supaya harganya tidak jatuh saat musim panen. (Ria)

BERITA REKOMENDASI