PHQ Muhammadiyah Prenggan Siagakan Dokter Hewan

YOGYA (KRjogja.com) – Seperti tahun-tahun sebelumnya, tiap kali jelang Idul Adha sejumlah lokasi kerap dijumpai pasar tiban hewan kurban. Salah satu yang sudah puluhan tahun menggeluti usaha tersebut ialah Pusat Hewan Qurban (PHQ) Muhammadiyah Prenggan Jalan Mondorakan Kotagede. Lantaran jumlah hewannya mencapai ratusan ekor, dokter hewan pun turut disiagakan.

Menurut Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Prenggan Kotagede Chaerul Huda, tiap tahun rata-rata ada empat ratus ekor kambing serta puluhan ekor sapi yang berhasil dipesan. "Karena jumlah cukup banyak, kami siagakan mantri dan dokter hewan. Paling banyak pada 2010 lalu usai erupsi Merapi. Sampai tembus seribu ekor kambing dan seratus ekor sapi," terangnya, Senin (29/08/2016) malam.

Keberadaan mantri maupun dokter hewan tersebut untuk menangani masalah kesehatan hewan kurban. Persoalan yang kerap muncul ialah hewan yang stres usai didatangkan dari daerah asal. Selain itu juga guna menjamin kesehatan hewan kurban hingga masa penyembelihan.

Diakuinya, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogya rutin melakukan pengawasan hewan kurban yang beredar di pasar tiban. Sejumlah wilayah juga mendapat warning seperti dari Sragen dan Boyolali lantaran endemi antraks. "Kami justru berharap, pengawasan semakin diintensifkan supaya masyarakat yang hendak berkurban benar-benar mendapatkan hewan yang berkualitas dan sesuai syarat," urainya.

Chaerul Huda menambahkan, hingga sepekan ini sudah ada hampir seratus ekor kambing yang dipesan. Rata-rata, pembeli menitipkan hewannya terlebih dahulu kemudian diantarkan mulai H-1. Terdapat 10 armada yang disiapkan guna melayani pengantaran hewan kurban.

Kendati berada di pusat kota, namun sebagian pembeli justru dari luar kota. Mulai dari Bantul, Sleman serta Kulonprogo. Bahkan ada mualaf yang tinggal di Australia turut memesan dan minta diantarkan ke daerah yang membutuhkan. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI