PHQ Prenggan Kerja Sama Tim PKM UAD, Pasang Disinfektan Cegah PMK Hewan Kurban

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Pusat Hewan Qurban (PHQ) Muhammadiyah, Prenggan Kotagede Yogyakarta telah menyiapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban (kambing, sapi). Salah satunya memasang alat disinfektan chamber pada pintu masuk kandang untuk mensterilkan mobil dan hewan kurban yang diangkut, saat masuk maupun keluar kandang.

Ketua Panitia PHQ sekaligus Pimpinan Ranting Muhammadiyah Prenggan, Choirul Huda menuturkan, pemasangan alat disinfektan chamber ini bekerja sama dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Selain itu, PHQ Prenggan juga didampingi dokter hewan untuk memastikan hewan kurban yang ada di kandang dalam kondisi sehat.

“Kita terapkan prokes PMK ini secara ketat untuk mencegah hewan kurban terkena PMK, sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para sohibul kurban yang membeli hewan kurban di tempat kami. Keuntungan dari PHQ seluruhnya akan digunakan untuk kegiatan dakwah Muhammadiyah di Prenggan Kotagede,” terang Huda kepada KRJOGJA.com, Senin (4/7/2022) di PHQ, Jalan Mondorakan 28 Prenggan Kotagede Yogyakarta.

Dijelaskan Huda, PHQ akan beroperasi sampai Hari Tasyrik terakhir. Prokes telah diterapkan sejak kandang selesai dibuat (belum ada hewan) dengan menyemprot cairan disinfektan. Saat hewan ternak datang ke kandang disemprot melalui disinfektan chamber, lalu ditempatkan di kandang khusus selama semalam untuk hewan beristirahat. Kemudian hewan dicuci dan dijemur, sehingga hewan benar-benar steril.

Menurut Huda, saat tidak ada PMK, pihaknya bisa menjual kambing hingga 350 ekor dan sapi 40 ekor. Namun karena PMK, pihaknya tidak memasang target. Saat ini jumlah kambing yang terjual sebanyak 168 ekor, sedangkan sapi 28 ekor. “Kambing kebanyakan kita datangkan dari Jawa Tengah dan sudah berada di kandang kami (PHQ), sedangkan sapi berasal dari Gunungkidul, dan posisi sapi masih di sana, belum kita bawa ke PHQ. H-2 Idul Adha baru kita bawa ke sini untuk kita distribusikan, demi keamanan,” katanya.

Arsyad Cahya Subrata selaku Koordinator Program PkM UAD di PHQ Prenggan didampingi anggota Muhammad Mar’ie Sirajuddin menuturkan, cairan disinfektan yang disemprotkan mampu membunuh virus PMK, sehingga hewan ternak yang masuk kandang bisa dikatakan steril. Tidak hanya berhenti pada pemasangan alat saja, tim juga memberikan penyuluhan tentang cara pengolahan daging kurban yang aman PKM. (Dev)

 

BERITA REKOMENDASI