PHRI DIY Diminta Fokus Promosikan Pariwisata

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Perhotelan DIY baik bintang dan non bintang yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ingin lebih bersinergi meningkatkan kebersamaan dengan Pemda DIY. Khususnya dalam meningkatkan promosi pariwisata dan mencapai target wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 1 juta turis pada 2020 ini.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyarankan agar PHRI DIY meningkatkan promosi pariwisata Indonesia agar lebih fokus dan betul-betul dilaksanakan dengan baik dalam Musyawarah Nasional (Munas) PHRI di Karawang pada 8 hingga 9 Januari 2020. Disamping itu, PHRI DIY mempunyai peran penting untuk perekonomian di DIY maupun Indonesia sehingga peran PHRI ini harus didukung oleh Pemerintah Pusat maupun daerah baik kabupaten dan kota.

"Kami minta PHRI DIY bisa membantu mempromosikan pariwisata baik DIY maupun Indonesia. Ditambah peningkatan sinergitas insan perhotelan dengan seluruh stakeholder pariwisata dengan Pemda DIY maupun Pemkab/Pemkot," kata Sultan HB X usai menerima Pengurus BPD PHRI DIY di Komplek Kepatihan, Selasa (07/01/2020).

Ketua BPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan target kunjungan 1 juta wisatawan di DIY tahun ini, pihaknya optimis tercapai dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta (BIY). PHRI DIY berharap target wisman tersebut bisa tercapai karena saat ini sudah mencapai 480 ribu wisman di DIY. "Jadi kita tinggal separuhnya menggenjot itu sehingga perlu kebersamaan dan sinergitas dengan Pemda DIY serta pembenahan-pembenahan beberapa sektor salah satunya akses jalan maupun yang lainnya," tandas Deddy.

Terkait evaluasi tingkat hunian hotel di DIY selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Deddy menilai cukup bagus dengan rata-rata mencapai 95 persen. PHRI DIY juga diminta Gubernur DIY agar berhati-hati memberikan informasi kepada investor bahwasanya kalau tingkat hunian perhotelan di DIY kalau tidak akhir pekan (weekend) hanya mencapai 40 persen.

"Kita sependat dengan Ngarso Dalem (Sultan HB X), jadi kami harus mengatakan yang sebenarnya kepada investor kondisi okupansi perhotean di DIY agar tidak kecele atau kecewa nantinya," imbuhnya.

PHRI DIY  menilai kondisi okupansi tersebut masih sama alias stagnan dengan momentum tahun sebelumnya. Untuk itu, pihaknya berharap tiket pewasat kembali normal agar pariwisata lebih berkembang karena yang merasakan DIY semata, tetapi hampir semua destinasi wisata di tanah air.

"Okupansi DIY rata-rata tersebut merata tidak dikuasi Kota Yogyakarta dan Sleman. Investor perhotelan juga diarahkan di Gunungkidul dan Kulonprogo, karena Sleman dan Kota Yogyakarta," pungkas Deddy. (Ira)

BERITA REKOMENDASI