PHRI DIY Nilai Kondisi Perhotelan Masih Belum Membaik

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tingkat hunian atau okupansi perhotelan DIY baik bintang maupun non bintang secara umum bisa dikatakan cukup bagus pada awal Desember 2021 ini. Sayangnya capaian tersebut dinilai masih belum membaik dan baru merangkak bangkit sebab perhotelan DIY masih harus menanggung kerugian yang besar dampak pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun tersebut.

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan capaian okupansi perhotelan di DIY sejak berlakukannya PPKM Level 2 hingga saat ini cukup bagus. Namun meskipun capaian tingkat hunian perhotelan di DIY mulai merangkak naik tetapi kondisi okupansi perhotelan belum sepenuhnya pulih karena kerugian dan beban operasional yang ditanggung dampak pandemi Covid-19.

“Rata-rata capaian okupansi kita cukup bagus untuk hotel bintang tiga ke atas mencapai 40 persen sampai 60 persen pada weekdays dan mencapai 70 persen hingga hampir 90 persen saat weekend. Sedangkan tingkat hunian pada hotel non bintang pun cukup bagus mencapai 20 persen sampai 50 persen saat weekdays dan 40 persen hingga 60 persen weekend,” ujarnya kepada KRJOGJA.com di Yogyakarta, Kamis (09/12/2021).

Deddy menyampaikan rata-rata capaian okupansi perhotelan di DIY ini sudah bagus seiring pelonggaran aturan PPKM Level 2. Tetapi, sayangnya capaian ini belum bisa dikatakan perhotelan di DIY sudah pulih sepenuhnya sebab masih ada pembatasan kapasitas jumlah kamar yang bisa digunakan,kerugian yang dialami, biaya operasional yang membengkak serta baru bisa mempekerjakan kembali 50 persen karyawan saat ini.

“Ingat kami baru mulai bankit, belum pulih sepenuhnya. Reservasi kamar untuk Nataru saja masih bertahan di angka 58 persen per 22 Desember 2021, targetnya bisa mencapai 90 persen jika segala sesuatunya berjalan dengan baik dan kuncinya tetap memperkuat protokol kesehatan,” tandas General Manager Hotel Ruba Grha Yogyakarta ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto menyatakan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di DIY pada Oktober 2021 sebesar 61,65 persen, mengalami kenaikan 20,52 persen dibandingkan TPK bulan sebelumnya. TPK hotel non bintang sebesar 17,40 persen, mengalami kenaikan sebesar 4,19 poin dibandingkan TPK September 2021.

“Terjadinya pandemi Covid-19 pada 2020 memberikan pukulan bagi industri pariwisata di DIY. Hal ini terlihat dari angka TPK yang terpuruk sejak Maret 2020. Penurunan signifikan terjadi pada Juli 2021 dan kembali merangkak naik pada Agustus dan September 2021. Bahkan pada Oktober 2021 kembali mengalami kenaikan TPK dan tercatat tertinggi sejak 2020,” paparnya.

Sugeng menambahkan rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada Oktober 2021 mencapai angka 1,56 hari dan hotel non bintang mencapai 1,27 hari. Rata-rata lama menginap terpanjang hotel bintang adalah 1,73 hari terjadi pada hotel bintang lima, sedangkan lama menginap tersingkat adalah 1,12 hari terjadi pada hotel bintang satu.

“Sementara itu, rata-rata lama menginap terpanjang hotel non bintang adalah 1,61 hari terjadi pada hotel dengan kelompok kamar >40, sedangkan lama menginap tersingkat adalah 1,10 hari terjadi pada hotel dengan kelompok kamar

BERITA REKOMENDASI