Piagam Sonobudoyo, Ciptakan Edukasi Kreatif Kepurbakalaan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Menandai berakhirnya Festival Purbakala 2019 di Museum Sonobudoyo, Jalan Pangurakan, Alun-alun Utara Yogyakarta, 14-19 Juni 2019, dikeluarkan Piagam Sonobudoyo, Rabu (19/06/2019) malam. Piagam Sonobudoyo untuk menciptakan edukasi kreatif kepurbakalaan. Piagam ini didukung sejumlah orang dari berbagai pihak, lembaga dan profesi. Kegiatan bertajuk 'Heritage Festival-Purba Mileniakala, Membaca Masa Lalu, Melakoni Masa Kini, Menata Masa Depan' tersebut untuk menandai Hari Purbakala 2019.

Sigit Sugito, Ketua Panitia menyebutkan, penutupan selain disemarakkan Malam Purba Mileniakala, pemikiran juga merangkum pemikiran, kepedulian terhadap kepurbakalaan yang dituangkan dalam Piagan Sonobudoyo. "Piagam Sonobudoyo berisi 6 pokok pikiran," ucapnya.

Pertama, mendukung dan ikut terlibat untuk melestarikan, merawat serta menjaga segala bentuk bangunan cagar budaya baik yang berbentuk maupun tak berbentuk. Kedua, meyakini bahwa apa yang terjadi di masa lalu merupakan rangkaian yang saling berkaitan untuk hari ini dan masa yang akan datang.

Ketiga, melestarikan nilainilai filosofi positif yang terkandung dalam peninggalan masa lampau sebagai landasan maupun acuan gerak peradaban masa depan, secara fisik dan nonfisik. Keempat, menciptakan edukasi kreatif tentang kepurbakalaan kepada generasi milenial sebagai upaya meneguhkan orientasi kebangsaan.

Kelima, mendukung sepenuhnya kepada semua pihak untuk mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai Kota Warisan Sejarah Dunia dan siap menjadi tuan rumah Konferensi Liga Kota Bersejarah Dunia. "Keenam. mendukung sepenuhnya keterlibatan kraton, kampus, keprajan dan kampung untuk bersamasama menjaga dan mewujudkan DIY sebagai kota filosofi," tandasnya. (Ria)

BERITA REKOMENDASI