Pihak Netral Harus Dilibatkan

YOGYA, KRJOGJA.com – Upaya mengungkap pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang beberapa kali menegaskan ada keterlibatan jenderal polisi perlu melibatkan pihak netral, kompeten dan memiliki kemampuan menghadapi pelaku. Dalam kasus ini, ada pihak-pihak yang disebut 'The Untouchable Law' atau orang-orang yang sulit disentuh hukum, sehingga harus melibatkan pihak netral agar menemui jalan keluar.

Sosiolog Kriminal UGM Suprapto mengatakan, dalam kehidupan militer ada doktrin, seseorang yang pangkatnya berada satu strip di bawah seorang yang lain harus hormat dan tidak bisa berbuat semena-mena. Ketika ada sinyalemen pelaku atau dalang penyiraman air keras terhadap Novel melibatkan petinggi kepolisian, seharusnya yang melakukan penyelidikan bukan yang pangkatnya di bawah atau hanya dari pihak kepolisian semata.

"Penyelidikan kasus ini harus melibatkan orang-orang netral, mempunyai kompetensi dan kemampuan untuk bisa menghadapi pelaku yang diindikasikan petinggi kepolisian seperti jenderal dan sebagainya," kata Suprapto, Senin (31/7/2017).

Suprapto mengungkapkan, dirinya pernah terlibat dalam penelusuran kasus peredaran narkoba yang seringkali mentok ketika disinyalir ada keterlibatan oknum di kepolisian yang berpangkat tinggi. Petugas di lapangan itu biasanya  hormat terhadap atasanya. "Saya kira sudah menjadi rahasia umum kasus-kasus narkoba dan sebagainya yang melibatkan petinggi kepolisian dan sebagainya menguap begitu saja. Contoh nyata maraknya peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan jika tidak orang dalam yang terlibat, ini sebagai analogi kasus-kasus serupa sulit ditangani ketika berhadapan strata yang lebih tingi, sehingga salah satu caranya dengan melibatkan penyidik yang minimal berpangkat sama atau pihak yang netral," ungkap Suprapto.

Pihaknya memberi contoh kasus yang melibatkan oknum kepolisian yaitu siswi SMK dari Kalasan yang dibunuh, diperkosa dan dibakar juga baru bisa diselesaikan ketika banyak pihak dilibatkan. Keberhasilan kasus tersebut dikarenakan pangkat polisi yang menjadi pelaku tidak terlalu tinggi, sehingga bisa rampung.

Jika kasus Novel Baswedan ini tidak meminta bantuan atau tidak ditangani minimal penyidik yang memiliki pangkat yang sama dengan pelaku yang disinyalir dari petinggi kepolisiaan tersebut dan tidak melibatkan pihak netral, diyakini  agak susah. Sekali lagi, karena doktrinnya harus patuh kepada yang berpangkat tinggi di atasnya," tandasnya.

Sementara dua sketsa wajah baru tersangka kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan muncul. Kedua sketsa tersebut merupakan hasil kesaksian dari warga sekitar kediaman Novel.(Ira)

BERITA REKOMENDASI