Pilkada Boyolali Berpeluang Diikuti Calon Tunggal

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Pilkada Boyolali 2020 nanti kemungkinan besar hanya ada satu calon tunggal‎, yakni paslon yang diusung oleh PDIP. Saat ini, DPC PDIP Boyolali masih memberi masukan ke DPP terkait dua paslon yang sudah diajukan untuk mendapatkan rekomendasi.

Kemungkinan paslon usungan PDIP melawan bumbung ‎kosong tersebut dikatakan Ketua DPC Boyolali, S. Paryanto, menilik merapatnya Golkar untuk mendukung paslon yang diusung PDIP dalam Pilkada Boyolali. Dengan menguasai kursi parlemen sebanyak 35 kursi dari 45 kursi ditambah Golkar yang mempunyai 4 kursi, otomatis partai lain yakni PKS 3 kursi, PKB 2 kursi dan Gerindra 1 kursi, tak akan bisa mengusung calon. Sebab syarat pencalonan adalah minimal 20 persen kursi parlemen.

‎"Parpol yang bisa mengajukan sudah tak ada. Potensi calon tunggal atau melawan bumbung kosong sangat kuat, kecuali ada calon tunggal," katanya, Selasa (17/12/2019).

Terkait merapatnya Golkar, lanjutnya, komitmen dukungan ke PDIP sudah ada pernyataan, tinggal menunggu legal formalnya saja. Menurut informasi yang ia dengar, DPC Golkar Boyolali sudah melakukan pendekatan komunikasi dengan pusat untuk melengkapi aspek legal formal pernyataan dukungan secara sah. Sehingga bentuk dukungan tak sekedar pernyataan saja. "‎Legal formal harus ada dari DPP partai, yang sah seperti itu," katanya.

Terkait paslon yang diajukan untuk mendapat rekomendasi, yakni dua paslon dari tiga nama, yakni paslon Said Hidayat‎ – Wahyu Irawan serta Wahyu Irawan – Marsono, Paryanto mengatakan tinggal menunggu waktu saja untuk diumumkan, yakni pada awal Januari mendatang. Saat ini, pihaknya terus memberi masukan ke DPP untuk memberi referensi, siapa paslon yang akan mendapat rekomendasi.

Ia menyatakan, paslon yang mendapat rekomendasi DPP dan maju Pilkada harus didukung, baik di tingkat pengurus serta akar rumput.‎ Namun sejauh ini, internal PDIP Boyolali solid. Semuanya satu suara dan satu komando mendukung siapapun paslon yang mendapat rekomendasi.

"Siapapun yang mendapat rekomendasi harus didukung, suka atau tidak suka. Sudah menjadi garis partai, tak boleh ada pembangkangan," tegasnya. (Gal)

BERITA REKOMENDASI