Pilkada DIY Diprediksi Naikkan Ekonomi di Masa Pandemi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ekonomi DIY mengalami depresi hingga lebih dari minus 6 di triwulan kedua 2020 akibat pandemi Covid. Namun para ekonom optimis perekonomian DIY akan berangsur membaik meski pandemi dan kasus Covid masih terus terjadi.

Amirullah Setya Hardi, Wakil Dekan FEB UGM mengatakan saat ini ekonomi masyarakat mulai naik tipis dibandingkan dengan periode awal Covid bulan Maret-April lalu. Kondisi ini diprediksi semakin tumbuh paling tidak hingga akhir tahun nanti.

“Kalau minus pun hanya sedikit di bawah nol, dan kalaupun positif sedikit juga di atas nol. Resesi memang perlu dikhawatirkan tapi tidak juga harus ditakutkan begitu karena dalam ekonomi itu naik dan turun biasa, tinggal berapa lama dan berapa dalam,” ungkapnya dalam bincang media di BPD DIY, Jumat (04/09/2020) petang.

Akhir tahun nanti Amirullah juga memprediksi adanya pemacu pertumbuhan ekonomi di DIY karena adanya pemilihan kepala daerah di Bantul, Gunungkidul dan Sleman. Para kandidat diyakini akan tetap mengeluarkan political cost yang secara tak langsung menumbuhkan ekonomi di masyarakat.

“Bukan yang money politic lho ya, tapi political cost itu dari masing-masing calon. Kan ada di Sleman, Bantul dan Gunungkidul. Pasti ada perputaran uang di sana dan akan membawa dampak perekonomian meski tidak sebesar pilkada-pilkada sebelumnya karena masa pandemi,” ungkapnya lagi.

Sementara Direktur Utama PT Bank BPD DIY, Santoso Rohmad menyatakan pihaknya sudah mempersiapkan beberapa skema menghadapi resesi ekonomi akibat pandemi. Namun, sampai saat ini kekhawatiran yang diprediksi belum terjadi sehingga BPD DIY optimis perekonomian semakin membaik kedepan.

“Kami optimis perekonomian semakin membaik karena indikatornya, sektor riil seperti UMKM sudah mulai menggeliat lagi setelah sebelumnya memang tiarap di awal masa pandemi. Untuk bertahan saat ini sudah bisa, harapannya kedepan bisa bertumbuh, tidak apa-apa tipis-tipis dahulu,” ungkap Santoso. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI