Pilkada Saat Pandemi, DPRD DIY Minta ada Simulasi

Penanganan yang dimaksudkan Eko, apakah ada Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus bagi pasien positif atau tidak. Hal yang harus dipertimbangkan juga, jika yang bersangkutan menjalani rawat inap di rumah sakit, gedung yang difasilitasi pemerintah atau isolasi mandiri di rumah. Untuk petugasnya bagaimana juga harus dipertimbangkan.

“Protokol kesehatan harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai Pilkada ini justru menimbulkan klaster baru dalam penularan Covid-19. Dan harus dipertimbangkan di semua tahapan. Termasuk saat kampanye nanti,” jelasnya.

Mengenai masukan dari Komisi A DPRD DIY tersebut, dari KPU Sleman akan berkoordinasi dengan KPU DIY. Namun pada prinsipnya mengenai protokol kesehatan sudah dilakukan di setiap tahapan. Mengenai pemilih yang dinyatakan positif Covid-19, sudah diatur dalam Pasal 68 PKPU Nomor 10 Tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non Alam Covid-19.

“Pada prinsipnya kita tetap melindungi hak pilih masyarakat. Kita juga berupa tetap memfasilitasi di manapun mereka berada. Mereka akan kita layani di TPS terdekat. Kita akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas untuk memproses surat pindah pemilih atau A5 sehari sebelum tanggal pemilihan,” kata Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi. (Awh/Bro)

BERITA REKOMENDASI