PK Golkar Kota Curhat Didzolimi, Tiba-Tiba Dicopot Sebelum Musda

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 12 Pimpinan Kecamatan (PK) dan para pengurus di kecamatan Partai Golkar Kota Yogyakarta bersuara. Mereka secara tiba-tiba dicopot tanpa alasan jelas beberapa waktu sebelum digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) tingkat II Golkar Kota Yogyakarta yang paling lambat disyaratkan 31 Agustus.

Koordinator PK Golkar Kota Yogyakarta, Yugo Saputra mengatakan pihaknya melihat berbagai kejanggalan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir mulai stempel yang dirampas oleh Ketua DPD II Golkar Kota Yogyakarta hingga pemecatan dan penunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) menggantikan 12 PK di Kota Yogyakarta kecuali Mergangsan dan Kota Gede.

“Kami seolah melihat arah ini semua demi kepentingan Musda saja bukan kemajuan Partai Golkar karena pihak Ketua Umum Kota sekarang Pak Augus Nur dan kepengurusannya punya kepentingan. Makannya kok yang 12 PK diganti Plt tapi dua yakni Mergangsan dan Kotagede tidak diganti, karena pro ke mereka,” ungkapnya pada wartawan di sela pertemuan 12 PK di Bausasran, Selasa (18/08/2020).

Sebelumnya DPP Golkar sudah mengeluarkan instruksi perpanjangan masa penugasan pengurus dan personalia kabupaten/kota pada 30 April 2020. “Kebijakan di DPD II Kota Yogya menyalahi mekanisme dalam menentukan personil tanpa melalui rapat pleno. Struktur organisasi revitalisasi juga aneh karena memasukkan keluarga, anak, istri dan saudara. Kemudian setiap rapat hanya pengumuman tidak ada diskusi dan pembahasan,” imbuhnya.

Banter Iestiadi, PK Golkar Umbulharjo menambahkan sampai saat ini posisi Golkar di Kota Yogyakarta seolah hidup segan mati tak mau. Kepengurusan di bawah Augus Nur diakui tak pernah turun ke bawah untuk menerapkan langkah organisasi, sekarang justru dinilai bertindak dzolim dengan memecat 12 PK secara sepihak tanpa kesesuaian dengan AD/ART partai.

BERITA REKOMENDASI